Love Is The Moment

Love Is The Moment

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 8, 2018
Cinta, harapan dan rangkaian adalah suatu normal dari seorang manusia. "Cinta itu aku dan cinta dia itu adalah aku". Ya pada intinya cinta adalah sebuah rasa yang sangat-sangat sempurna. Saling melengkapi meski awalnya tidak tahu kekurangan mereka. Manusia tanpa cinta adalah manusia yang rugi. Meski nyatanya cinta berdampak mematahkan untuk para lawan jenis. Tetapi cinta disini akan berdampak manis dari pertemuan yang pahit. "Wanita payah sepertimu bisa menjadi harapanku? Cihh tidak akan pernah!" "Dasar pria konyol. Jika aku tidak ada kau pun akan tidak ada!" *** semoga suka dengan cerita ini! :-) ;-)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Cadangan
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • ONLY ONE
  • Perjalanan Cintaku...
  • REYGAN
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • A Feeling That Shouldn't Be There
  • "𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗞𝗮𝘁𝗮"
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Bukan Istri Bayaran(End)

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines