I'm (not) fine

I'm (not) fine

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Mungkin menurut semua orang keadaan ku baik baik saja,selalu menjadi beruntung dengan mendapatkan kecantikan dan semuanya,tapi apa yang kalian pikirkan itu salah,karna dengan senyum palsu ku kalian berpikir bahwa keadaan ku selalu beruntung,sejujurnya aku membenci keadaan ini aku membenci dengan kehidupan ku,aku sangat benci karna disini dimana kedua orang yang kusayang telah pergi meninggalkan aku dengan kerasnya kehidupan,mungkin bagi kalian hidup dengan bergumpal harta sangatlah membahagiakan tapi bagi ku tidak!,bila memang harta bisa membahagiakan ku apakah mereka bisa membuat jiwa orang yang kusayang kembali lagi?tentu itu tidak,dan dengan ini aku menampakan wajah yang begitu bahagia di depan semua orang tapi disaat aku sendiri hatiku begitu rapuh,mungkin semenjak kehadiran mu disisi ku,kehidupanku bisa kembali seperti dulu lagi"~vyolin adelia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Home [COMPLETE]
  • Time Release
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Be My Baby
  • "Dia Nakula"
  • LOVE OF THE PAST
  • ACCOMPLISHED GIRL (on going)

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

More details
WpActionLinkContent Guidelines