Story cover for Fenomena by storysyndrome_
Fenomena
  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Nov 08, 2018
"Gaun itu lebih bagus disandingkan dengan kemeja kakak kembar saya. Saya bersyukur tidak merebut haknya," tutur lelaki dengan snelli putih lengkap dengan name tag seorang dokter bermarga Thious.
Seketika lawan bicaranya itu luruh dengan isakan tangis yang mengguncang kuat mengguncang seraya menggenggam erat gaunnya, "You're pervert, i don't eat any lies of you anymore. Aku tahu, kamu pergi kan setelah hari itu. Tanpa kamu beritahu siapa diri kamu dari awal yang terasa berbeda. Ternyata aku mencintai orang itu, bukan setelah tapi yang sebelum," lirihnya setelah mendengar pernyataan lelaki itu.
"Maura, mungkin disini peranan saya bukan untuk melengkapi hidup kamu sesuai takdir Tuhan, tapi Tuhan masih begitu baik mengizinkan saya melihat wanita yang saya cintai hari ini. Dia berlari kerumah sakit dengan baju fitting pengantinnya, dengan menggenggam gaun yang sangat berharga itu. Vital bagi saya boleh beranggapan apakah dia menunjukkan identitasnya? Wanita itu adalah benang merah takdir saudara kembar saya, Maura Stavelaine Imoris," sergah lelaki tersebut berusaha mengulum ekspresi getir seraya mengusap cairan asam yang terus meluncur membasahi pipi wanita itu.

Kehidupan Ervend Yaga Thious seakan berubah, setelah menyelesaikan kewajiban menggantikan profesi saudara kembar nya, Erlend Yigo Thious.
All Rights Reserved
Sign up to add Fenomena to your library and receive updates
or
#201rumahsakit
Content Guidelines
You may also like
My Name Is Erwinda by Ka_Erwin
11 parts Complete
"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.
Cintai Aku Sebentar Saja  by EviMardiani3
11 parts Complete
Arumi Sahira, gadis yang dulu dikenal liar, kini telah bertransformasi menjadi seorang wanita sholehah. Hidupnya berubah drastis ketika ia dipaksa menikah dengan seorang dokter yang hatinya hancur, ditinggal calon istrinya yang memilih pria lain daripada bersanding dengannya di pelaminan. Tak hanya itu, sang calon istri pergi meninggalkannya dalam keadaan hamil dengan pria lain. Arumi, dalam kesendirian dan tanggung jawab, mengambil alih posisi yang ditinggalkan. Perkawinan mereka layaknya dua benua yang terpisah; bersatu di bawah satu atap namun jauh di dalam hati. Hubungan tanpa sapa, hari-hari yang sunyi, seperti dua asing yang terikat kontrak tanpa cinta. Sampai suatu hari, masa lalu dokter itu kembali, mantan tunangannya yang memutuskan kembali menjalin tali asmara dengannya, mengguncang dunia Arumi. Kehadirannya kembali bukan hanya menimbulkan luka, namun juga semakin meminggirkan posisi Arumi, seolah dia hanyalah bayang-bayang yang terlupakan, terabaikan di sudut kehidupan sang dokter. "Bisakah kau mencintaiku sebentar saja? Menganggap aku sebagai istrimu walau hanya sesaat? Aku juga ingin merasakan dicintai seperti kau mencintai dia," lirih Arumi Sahira. "Maafkan aku, Arumi. Aku tidak mampu mencintaimu sepenuhnya karena kau hanya obat yang menenangkan lukaku, akan tetapi kau bukanlah pemilik hatiku," jawab Ervan Alexander. "Aku datang kembali untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku," ucap Tiara Lestari.
You may also like
Slide 1 of 9
My Name Is Erwinda cover
PENGACARA HALAL KU  cover
Reyna Aprillia cover
Crazy Marriage cover
Mr. Perfectly Fine [COMPLETED] cover
Cintai Aku Sebentar Saja  cover
[SS] Before You  cover
The Unseen cover
Love Therapy (Selesai) cover

My Name Is Erwinda

11 parts Complete

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.