Story cover for Serpihan by AmNisaz
Serpihan
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Nov 09, 2018
Aku berpuisi. Bukan sebab aku ingin kamu mulai melihatku, melihat luka-lukaku. Yang sebagian besarnya tertanda atas namamu.

Aku berpuisi. Bukan tentang kamu. Bukan juga tentang kita. Bukan tentang kenangan yang telah habis masanya.

Aku berpuisi, sebab aku telah lelah. Aku lelah menyimpan luka dan memori hanya untukmu. Aku lelah disia-siakan dan dicampakkan.

Di atas luka yang belum lama kau toreh, yang masih terasa perihnya jika kau menatapku,

Aku berpuisi.
All Rights Reserved
Sign up to add Serpihan to your library and receive updates
or
#102berpuisi
Content Guidelines
You may also like
Cinta Berbalut Puisi by HarrySuharto
26 parts Complete Mature
Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".
You may also like
Slide 1 of 10
Diksi Dalam Sepi cover
harapan yang pupus cover
Puisi 'tuk kau, Yang merindu cover
Cinta Berbalut Puisi cover
Just Words cover
Tentang Kamu [Completed] cover
Sasmita Nivriti cover
SajakSesak 2 [Arief Aumar] cover
Enigma Sebuah Perasaan (End) cover
INKONSISTENSI RASA (TERBIT) cover

Diksi Dalam Sepi

113 parts Complete

Hanya seseorang yang ingin bercerita mengenai kehidupannya melalui diksi yang dirangkai sedemikian rupa menjadi sebuah puisi. Hi, readers! Jangan lupa follow akun ini, vote ceritanya, dan tinggalkan komentar ya. Setiap dukungan dari kalian membuatku semakin semangat untuk menulis!