Jinrene[bad love]
  • Reads 1,535
  • Votes 100
  • Parts 3
  • Reads 1,535
  • Votes 100
  • Parts 3
Ongoing, First published Nov 09, 2018
Kim seok jin, seorang pria yg sederhana, tidak berlebihan, dan tidak ingin berurusan dengan cinta namun ada seorang wanita yg sangat mengaguminya yaitu bae joohyeon, dia adalah wanita yg dibilang kaya karna ayahnya memiliki banyak perusahaan, berkali kali dia meyakinkan seokjin untuk memiliki hubungan kasih sayang dengan dirinya namu seokjin selalu menolak karna merasa takut dikhianati dan merasa kurang cocok bersanding dengan joohyun yang terbilang orang kaya
All Rights Reserved
Sign up to add Jinrene[bad love] to your library and receive updates
or
#2baejoohyeon
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
Kesayangan Bunda cover
He Fell First and She Never Fell? cover
How To Be A Good Papa | Noren cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
After Graduation cover
Fiction -sungjake✔ cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
Kisah Tak Sempurna cover
Ziel Alexander Dominic [PDF]✔️ cover

Dosa Ku

65 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.