Road To Forget

Road To Forget

  • WpView
    Reads 786
  • WpVote
    Votes 332
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 17, 2021
Hanya sekedar beberapa rentetan kalimat, yang mengutarakan tentang perasaan beberapa insan. Tentang ia yang tak dihargai, yang ditinggalkan, yang tak diperjuangkan, yang memendam perasaan, yang terlalu naif, bahkan ada pula yang bahagia. Kubuat secara acak, agar kalian tidak bosan karna menjalani hidup yang begitu pelik padahal berurutan. -Ardhita Nasya Afifah-
All Rights Reserved
#146
alone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fragmen
  • Putra My IronMan (On Going)
  • Bertumpu
  • CERPEN (END)
  • Perihku Ditinggalkan
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Aku (Selesai)
  • Indonesian Poetry
  • Balada Syair Sunyi
Fragmen

Fragmen potongan kecil dari sesuatu yang pernah utuh, serpihan kenangan yang berserakan, menyisakan jejak samar dalam ingatan. Bagi Rayyan, hidupnya adalah kumpulan fragmen yang tercerai-berai. Masa lalu yang pahit, cinta yang kandas, dan harapan yang nyaris pupus. Dulu, ada Nadia. Ada tawa yang mengisi sunyi, ada percakapan yang menyalakan semesta kecil di antara mereka. Tapi kini, Nadia hanya menjadi bayangan dalam kepalanya. Wajah yang perlahan pudar di balik debu waktu, suara yang semakin samar di tengah riuh dunia. Perpisahan itu bukan sekadar kehilangan seseorang, tapi juga kehilangan arah. Di titik nol, Rayyan memilih bertahan. Ia merangkai ulang kepingan hidupnya, Hingga akhirnya, sebuah kesempatan besar datang, menggiringnya pada sebuah pilihan. Tetap terjebak dalam fragmen yang menyakitkan atau melangkah menuju sesuatu yang lebih utuh. Tapi bisakah seseorang benar-benar lepas dari fragmen masa lalu? Ataukah kenangan yang berserakan itu akan selalu menjadi bagian dari dirinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines