TEWAS TERTEMBAK! Eps 1

TEWAS TERTEMBAK! Eps 1

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 10, 2018
Hai semua aku Karen. Aku adalah anak indigo(bisa melihat makhluk halus) dan aku juga dapat melihat masa lalu seseorang. pada suatu hari aku pergi kerumah temanku yang tidak jauh dari rumahku ,lalu pada saat aku sudah didepan rumahnya aku melihat seseorang sedang tersenyum di atas loteng aku pun langsung segera tidak ingin melihat ,lalu aku langsung mengetuk pintu Tok... Tok Lalu aku dibukakan pintu lalu aku langsung disuruh masuk. Rumahnya seperti sangat sepi lalu aku bertanya "apakah tidak ada orang?" (tanyaku) lalu temanku menjawab "ada tapi sedang sibuk"(ucap temanku) , ohh (aku sambil tersenyum) lalu aku pun belajar bersamanya .tak lama kemudian diatas atap ada suara hentakan kaki yang aku sendiri tidak tau, lalu aku bertanya "ada siapa diatas?"(ucapku) ,lalu temanku menjawab "tidak ada "(jawabnya ragu) .lalu kami pun melanjutkan belajar Tak lama kemudian... Aku pun pulang kerumah lalu aku langsung berlari sekuat tenaga. Lalu saat aku sampai kerumah aku melamun dan berbicara dalam hati "siapa tadi yang tersenyum pada ku, lalu siapa yang menghentakan kaki" (ucapku dalam hati) ahh lupakan saja (ucapku) . Next~
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • ONLY YOU
  • ASAVELA KIARA
  • Anaking
  • Usai Pilu | KTH ✔
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • BADASS(END)
  • PERCAYA? [END]
  • Sejarah Kita

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido