Bersebrangan

Bersebrangan

  • WpView
    LẦN ĐỌC 35
  • WpVote
    Lượt bình chọn 5
  • WpPart
    Chương 1
WpMetadataReadĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối Thứ 6, thg 11 9, 2018
WpInfo
Hư cấu
Lãng mạn
"Kenapa kamu harus menikahiku waktu itu?" "Karena aku ingin." "Tidak ada alasan lain yang lebih kuat?" Ia terdiam. "Kenapa tidak menjawab?" "Diam kamu. Kenapa harus membahas masa lalu?" Puspa Gandasuli tidak akan menyangka bahwa lelaki yang kini dinikahinya adalah lelaki yang pantas dibencinya. Ia dipaksa menikah oleh ibunya dengan alasan bahwa Kanda Ibrahim, suaminya, adalah lelaki tampan dan kemungkinan memiliki warisan yang banyak. Saat itu masih tahun 1998 disaat pikiran konservatif masih berakar di budaya Indonesia. Hari ini tahun 2018, sudah 20 tahun berlalu namun ia belum bisa berlari dari lelaki itu hingga tiga orang anak perempuan lahir di hidupnya-membuat ia akhirnya bertahan.
Bảo Lưu Mọi Quyền
#52
woman
WpChevronRight
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Suddenly Marriage
  • Ragu Semesta
  • Xless Marriage
  • Canda: Gadis Tanpa Nama Belakang
  • Sweet RomanShit
  • MIHRAB [AKAN TERBIT]

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn