NURANIMU

NURANIMU

  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 10, 2019
{PROSES} Sang mentari tersenyum. Namun sayang, sang awan menangis. Kemarin kau membuatku bahagia tapi sekarang kau merusaknya. Kau meremas kertas yang utuh. Dihadapanmu mungkin aku terlihat baik-baik saja, aku tersenyum dan tak lupa tertawa. Tetepi, andai kau tahu arti dari senyumku sesungguhnya:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • If we can together
  • Happy Ending Doesn't Exist
  • Semu [Completed]
  • Kisah yang Tertunda
  • my story
  • You Are Mine [Terbit]

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines