Story cover for slow respons by fahzah
slow respons
  • WpView
    Reads 1,225
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 1,225
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 17
Ongoing, First published Nov 10, 2018
Perjalanan yang rumit untuk seorang anak manusia dimana dia harus diatas rute yang penuh batu runcing yang dapat melukainya, tapi ia harus besyukur kerna masih ada orang yang menyanginya, ya dia harus bersyukur untuk hal itu.

Hanya cerita cerita seperti pada umumnya, hasil coretan tangan dengan penuh kegabutan seorang penulis amatir, masa sma, dan masalah yang tiada ujungnya. Kalian menyukai cerita ini? Aku sangat bersyukur atas hal itu. 

(SLOW UPDATE)
All Rights Reserved
Sign up to add slow respons to your library and receive updates
or
#104revan
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
A Fractured Soul by FlybyAria
14 parts Ongoing
Kyra menjalani hidup di rumah yang tak pernah hangat. Ia memiliki keluarga, namun tak pernah mengenal pelukan. Ia diberi nama, tapi sejak kecil tak pernah benar-benar dianggap ada. Kematian ibunya bukan akhir dari penderitaan-itu awalnya. Dendam orang dewasa diwariskan padanya, tumbuh bersama usia dan tubuh. Kyra tidak dibesarkan untuk merasa, hanya untuk patuh. Seperti boneka yang dipelihara agar bisa disakiti tanpa perlawanan. Syakira Alastrine telah mati-setidaknya secara harfiah. Namun jiwanya masih ada, berkeliaran di antara kebenaran yang disembunyikan dan luka yang dikubur dalam-dalam. Saat tubuh baru menjadi rumah bagi jiwanya yang hancur, Kyra bangkit bukan untuk hidup kembali... tapi untuk menghancurkan. Satu per satu topeng akan jatuh. Keluarga yang terlihat sempurna ternyata penuh kebusukan. Cinta yang dianggap suci justru menciptakan luka yang tak bisa sembuh. Dan mereka yang menyakiti... akan merasakan seperti apa rasanya dihancurkan perlahan. Karena tidak semua luka bisa sembuh. Ada yang hanya bisa dibayar dengan kehancuran. ~~~~ "She came back not to be saved- but to remind them what it means to suffer." ~~~~ ⚠️ PERINGATAN (Trigger Warning): Cerita ini mengandung konten yang sensitif dan tidak cocok untuk semua pembaca. Beberapa tema yang diangkat termasuk: • Perundungan (bullying) • Relasi inses • Kekerasan fisik & emosional • Pelecehan • Trauma psikologis • Balas dendam • Adegan kekerasan dan eksplisit (konten 18+) Dibaca dengan penuh kesadaran. Cerita ini bersifat fiksi dan tidak bertujuan untuk membenarkan atau mengagungkan tindakan berbahaya.
Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END] by yord_luis
31 parts Complete Mature
Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!
You may also like
Slide 1 of 10
Eliinaa cover
FIZYA cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
A Fractured Soul cover
Davin cover
Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END] cover
DENNIES cover
RadenRatih cover
Waktu?  cover
Something Bitter  cover

Eliinaa

5 parts Complete

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.