slow respons

slow respons

  • WpView
    Reads 1,226
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2020
Perjalanan yang rumit untuk seorang anak manusia dimana dia harus diatas rute yang penuh batu runcing yang dapat melukainya, tapi ia harus besyukur kerna masih ada orang yang menyanginya, ya dia harus bersyukur untuk hal itu. Hanya cerita cerita seperti pada umumnya, hasil coretan tangan dengan penuh kegabutan seorang penulis amatir, masa sma, dan masalah yang tiada ujungnya. Kalian menyukai cerita ini? Aku sangat bersyukur atas hal itu. (SLOW UPDATE)
All Rights Reserved
#260
angkasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • RAYANA Transmigrasi
  • RUMIT (REVISI)
  • Something Bitter
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • DENNIES
  • Eliinaa
  • Bersamamu
  • Sejenak Luka

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines