ayah
  • WpView
    LECTURES 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., nov. 10, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Hari hariku begitu indah, Di peluk di gendong manusia yang begitu tegar, Mekar senyum karna sogokan coklat dan eskrim semasa kecilku, Tapi selalu terjaga juga jika demam melandaku, hari-hari berlalu dengan cepat nya, Ayah mengajarkanku semua, Dari cara memasak, berkebun hingga menyetir sendri, Katanya biar jadi wanita mandiri, Ayahku hebat, Dengan sabar mecontohkan sesuatu, Hingga aku paham maksud tanpa penjelasan, Hari terus berlalu, Hingga aku tiba pada titik ini, Titik dimana ayah menjadi pedomanku untuk dekat dengan berbagai jenis laki laki, Ya inilah aku, Putri kesayangan ayah yang menjadikan ayah sebagai standardisasi memilih, Selamat hari ayah buat super heroku, Selamat hari ayah buat kebanggaanku, Selamat hari ayah buatmu, Tetaplah kuat, Meski senja sudah menghampiri, Tetaplah kuat, Meskipun badai sudah menggoyahmu, Tetaplah kuat untukku, Ayah, Terimakasih sudah menberi sandaran paling nyaman dan sekaligus mengajarkan untuk berdiri, Terimakasih Ayah Aku belum bisa memberi apapun untuk mu saat ini, Tunggu aku, Aku masih mewarnai pelangiku untukmu, Ayah, Aku mengasihi mu Peluk cium dari jauh, Tertanda putri kesayangan mu
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Disturbances (End)
  • WHO ?
  • Weird Wedding ✓
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • "Dheandra"
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu