We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Impeccable Lecturer

My Impeccable Lecturer

  • WpView
    Reads 17,314
  • WpVote
    Votes 693
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 20, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Don't hate too much or you'll get love so much." Mungkin, kata-kata itu cocok untuk Vanya Ayrina Clarinta yang seringkali menaruh rasa benci pada Rayfan Adrian Melviano yang merupakan dosennya. Sikap Rayfan yang galak dan dingin selalu saja berhasil membuat Vanya menyumpah serapahkan dosennya itu. Akankah Vanya terus menaruh rasa benci pada Rayfan atau sebaliknya? Hope you can enjoy the story! •••••••••• Cover background's by Pinterest
All Rights Reserved
#69
mahasiswi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BELVANNO (End✓)
  • Mantanku Dosenku - END
  • KevNess
  • Mr. Congkak
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Innocent Heart (TAMAT)
  • Inevitable Feelings
  • Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)
  • Jodohku Bukan Perjaka

"Kenapa kemarin gue harus ketemu Lo!" tanya Vanno dengan galak kepada gadis di depannya. "Ya mana gue tau," jawab gadis itu bodo amat. "Tanggung jawab. GUE GAK MAU JADI SUAMI LO!" "Lah, gue juga gak mau jadi istri om-om kayak anda," balas gadis itu dengan wajah tanpa dosa. "Apa Lo bilang? Om?" tanya Vanno tak terima. "Lah emang situ om-om kan?" "AARRGGHHHH! ISTRI ANJING!" teriak Vanno frustasi. "Gue manusia om, bukan anjing. Masya Allah, emang om mau nikah sama anjing?" tanya gadis itu dengan entengnya. "DIEM LO BOCHIL!" *** Zevanno Arga Panthera tak pernah menyangka hidupnya yang tenang akan berubah sejak ia bertemu dengan gadis cerewet nan menggemaskan bernama Terang Arabella. Sebuah kejadian tak terduga membuat mereka terikat dalam sebuah status yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Siapa sangka, sebuah pertolongan kecil justru menjadi awal dari kekacauan. Vanno kini harus menjalani hari-harinya bersama Bella-gadis yang hadir dengan segala warna dan kejutannya-di saat hatinya masih dihuni oleh seseorang yang beberapa tahun ini mengisi dunianya. Mampukah Vanno membuka pintu hatinya untuk cinta yang baru, ketika ada satu nama yang harus ia lepaskan? Sanggupkah ia memilih di antara yang telah lama ada dan yang kini tiba tiba merubah dunianya? Dan... apakah cinta bisa tumbuh dari keterpaksaan, atau justru dari keterikatan yang tak disengaja? #1 IN VANNO #1 IN SALAH PAHAM #1 IN BELLA

More details
WpActionLinkContent Guidelines