Dawn Poetry

Dawn Poetry

  • WpView
    Reads 231
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 12, 2019
Kumpulan puisi karya seorang remaja yang tertulis ketika "subuh". Subuh itu ketika tubuh rasanya masih rubuh, tetapi harus mulai bersiap menghadapi Hari utuh. Begitulah "subuh". Bukan tentang jangka waktu, lebih pada keadaan intuisi beradu nalar pada kondisi setelah patah hati. Update setiap Jumat kecuali pekan ulangan...
All Rights Reserved
#663
patahhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • P E R N A H
  • Andai bisa
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • JINGGA
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi
  • Rintik jadi Luka
  • Gus Bara

Dalam buku ini bercerita; Bagaimana 'aku' sebagai penulis, yang merangkap juga sebagai korban rasa, dan 'kamu' sebagai sebab utamanya. Perkenalan, kasmaran, patah hati, dan dipaksa mengikhlaskan adalah siklus siklus yang aku rasakan, yang aku coba susun secara kronologis berdasarkan hari-hari yang berkelanjutan. Hati manusia itu mudah berubah-ubah. Bisa jadi makin sayang, cinta, atau kebalikannya. Mungkin hari ini dia begitu mencintaimu tapi besok atau lusa tidak ada yang bisa menjamin dia akan tetap cinta. Bisa saja dia menemukan seseorang yang jauh lebih baik darimu dan menurutnya jauh lebih pantas untuk jadi dermaga hatinya berlabuh. Jadi buat kamu, jaga selagi ada, hargai selagi masih bersama. Karena melupakan emang sulit tapi melunakkan hati yang beku jauh lebih sulit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines