Melody [REVISI]

Melody [REVISI]

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 8, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Melody Diany Anggita cewek berparas cantik yang tidak peduli dengan hidup nya tetapi peduli terhadap orang di sekitarnya. Kelihatan cuek tapi hatinya seperti malaikat. Hingga dia bertemu dengan seorang cowok yg merubah sifat buruk dengan perlahan tanpa di ketahui oleh siapapun termaksud melody. "lo yang ngebuat gue bertahan sampai disini" ~ "gue gak minta lo bertahan" ~ "tapi gue mau, itu semua karna lo" ~ "gue gak perduli" ~ .... Penasaran? Baca aja
All Rights Reserved
#281
persaingan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Caramel (END)
  • TERA
  • Caramel Macchiato [SELESAI]
  • Because I'm Stupid (End)
  • After J (Complete)
  • AURORA
  • Melody ✓
  • Sweet Combat
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines