We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Dearest

My Dearest

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
PROLOG " banyak orang bilang aku orangnya gak peka, jutek, sombong dan lain sebagainya, itu bagi mereka yang belum mengenal aku, tapi bagi sahabatku aku adalah orang yang sangat cerewet hehehe, sifat cerewet ini hanya akan kutunjukkan pada orang yang menurutku dekat dengan ku, namun dibalik sikap cerewet itu ada hal yang aku sembunyikan dari kalian, bahkan aku tidak sanggup untuk memberitahu kalian, aku akan memberitahu kalian jika waktunya sudah tepat, aku harap kalian tidak kecewa dengan ku." Ghazia putri pratama ***************** "Entahlah perasaan ini disebut apa, sejak pertama kali melihatnya, aku merasa ada yang berbeda darinya, aku melihatnya tertawa lepas bersama sahabatanya, namun aku melihat ada sesuatu yang dia sembunyikan dari sahabatnya, melihat sorot matanya aku tau hal itu bukan hal sepele, namun dia mampu menyembunyikannya, sampai hari dimana aku tau hal yang dia sembunyikan dari orang lain, aku mulai berpikir " sekuat itukah dirimu" aku sangat kagum dengannya sampai rasa ingin melindungi dan memiliki itu muncul, tapi aku masih menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakan itu" Muhammad Emran qaazi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)
  • You Are Mine [COMPLETED #Story_01]
  • aza
  • My Duchess / End
  • (bukan) JODOH [COMPLETED]
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines