Story cover for Foreign Virus (LENGKAP)  by Yunita_Sr13
Foreign Virus (LENGKAP)
  • WpView
    Reads 14,209
  • WpVote
    Votes 2,107
  • WpPart
    Parts 45
  • WpView
    Reads 14,209
  • WpVote
    Votes 2,107
  • WpPart
    Parts 45
Complete, First published Nov 11, 2018
Keadaan Indonesia yang semula baik-baik saja menjadi hancur berantakan karena sebuah virus asing beruntun menimpa negara agraris dan kepulauan tersebut.

Sekelompok remaja berusaha bertahan hidup dari segala bahaya yang ditimbulkan saat datangnya virus yang tak diketahui darimana asalnya. Kehilangan seseorang bahkan harta benda, harus mereka relakan. 

Banyak yang mengira bahwa saat itu juga menjadi hari terakhir mereka menghembuskan nafas terakhir tetapi tidak semuanya mempercayai hal tersebut dan berusaha mengubah takdir untuk bertahan hidup.

Berbagai macam permasalahan dan teka teki, menambah rumit masalah ini.

Lalu, bagaimana kisah mereka? Terus berjuang atau mati dan berubah menjadi kawanan makhluk misterius tersebut? 
Yuk ikuti kisah dari perjalanan mereka. 


   

(Cerita ini hanyalah fiktif belaka, beberapa part mengandung unsur pembunuhan dan sejenisnya.)



Dont copy my story! 
Happy reading yaa :)
Maaf jika revisianku gak memuaskan, kapan-kapan aku perbaiki lagi. Enjoy~🔥
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Foreign Virus (LENGKAP) to your library and receive updates
or
#980sciencefiction
Content Guidelines
You may also like
How to Survive by LNVerenne
45 parts Complete
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
You may also like
Slide 1 of 10
NEW WORLD "The definition of the world has fallen" cover
SHE IS MY TWINS cover
END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️ cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
Mala (END) cover
Jejak: 31 Hari (Tamat) cover
FROM SCHOOL TO CITY (END) cover
After Life cover
How to Survive cover
La Guerra (Tersedia Versi Cetak) cover

NEW WORLD "The definition of the world has fallen"

16 parts Complete

if you had any choices to wrap up the world to nices things, would you? indonesia sekarang lumpuh, beberapa wilayahnya mati, tak ada aktivitas sibuk yang biasa masyarakatnya lakukan. jakarta sang ibukota bahkan tak sanggup menangkis kekacauan. Mayat-mayat bergelimpangan, mayat-mayat berjalan terseok-seok, mayat-mayat menyerang, seakan sudah menjadi hal biasa. tersisa sedikit orang yang mampu berjuang kembali mempertahankan kota. pejuang muda, yang tak kenal rasa takut. bagi mereka, keadaan ini sama dengan hidup dan mati tanpa kepastian jelas. jadi, daripada berdiam diri, lebih baik memerangi sendiri dan bertahan hidup setiap harinya. -they were walking, they were groaning, they look pathetic but actually they were dead- *on edited*