Pemuda pagi

Pemuda pagi

  • WpView
    Leituras 210
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, dez 27, 2018
"Seperti mataharinya malam Pun ia embunnya pagi Panas teriknya siang Indah jingganya petang... Cinta yang kini tak bertuan Benci yang hati menjadi alasan Luka yang beri menumpulkan tawa Rindu yang seakan tak akan hilang..." Ini Cerita,bukan sekedar Kata saja ~sekian... selebihnya baca langsung dan mohon vote ya😊😊 Follow🆗 follow🔙. Vote🆗 vote🔙 Hargai orang lain jika ingin lebih dihargai👌 Kegiatan libur semester😄 "Kalo baca sempetin votenya yaa, biar saya ga baper "di read tapi ga di vote" kan sakit. Orang baik banyak yang sayang jadilah pembaca yang baik ya😀😀
Todos os Direitos Reservados
#307
baperan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • HILANG [Segera Terbit]
  • You Are Mine [Terbit]
  • Paradise
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • Hopeless
  • happy ending  Versi Ku Kapan?.
  • Valcano
  • Bagaskara (Tamat)
  • TAKDIR

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo