Cinta yang Kedua

Cinta yang Kedua

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika cinta harus mengajarkan untuk mengikhlaskan. Menahan semua perih yang dahsyat menyayat luka. Hingga beribu tetes air matanya tumpah tanpa dipaksa. Apa dayalah Rani yang hanya bisa menyembunyikan rasa sebegitu sempurna yang akhirnya hanya pahit dirasa. Namun saat dilanda sendu yang kian membiru, muncullah penerang di hatinya. Sosok yang tengah melantunkan ayat-ayat-Nya di mushola pondok itu, sekejap mampu menghentikan sesak dalam dada. Sampai saking indahnya lantunan seakan menghangatkan suasana di hatinya. Sayup sayup ketenangan merasuki jiwa hingga menjadi penawar luka. *Yukk! siap-siap baper tingkat dewa membacanya💚
All Rights Reserved
#72
ketulusan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Astagfirullah, Alzam! (End)
  • Ijbar [Selesai]
  • I Love Gus Cuek! [End]
  • Takdir Cinta Aisyah
  • Sekilas Cahaya
  • Luka & Lara (Completed)
  • ALTHAZAIN
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Dia dan Doa

⚠️17+ (Berisi kata-kata kasar, harap bijak!) Spin of Bukan Cerminan [Religi - Teenfiction] Apa yang terlintas dalam benakmu, ketika mendengar nama, Alzam? Seseorang yang soleh? Tekun beribadah atau seseorang yang berwawasan luas? Tetapi, bagaimana jika Alzam yang satu ini berbeda? Remaja tampan serta putra sulung dari Mudir pesantren Ar-Rahman yang berkelakuan sebaliknya dari sang Ayah, seorang ustaz yang berbudi pekerti baik dan berpendidikan tinggi. Alzam yang susah diatur, berbuat semaunya dan hampir setiap malamnya, ia habiskan untuk balapan liar bersama teman-teman sekolahnya. Sebut saja Si bad boy pesantren. "Gue bakal coba berubah lebih baik demi lu," ucap Alzam menatap sungguh-sungguh pada manik hitam gadis berhijab biru di hadapannya itu. Gadis itu terkekeh singkat sebelum menatap balik netra segelap malam yang menatapnya penuh harap. "Berubah kok demi orang lain, demi diri sendiri dong ... biar keren!" Gadis itu melangkah meninggalkan Alzam yang terpaku di tempatnya. "Shit!" "Biasanya cewek, kalo ada cowok yang mau berubah demi dia, pasti seneng. Lah, ini? Serba salah gue, argh!!" Alzam mengacak rambutnya frustasi. ••• Start ; 11-Des-22. Finish; -

More details
WpActionLinkContent Guidelines