Hari Pahlawan

Hari Pahlawan

  • WpView
    Membaca 139
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Min, Nov 11, 2018
WpInfo
Non-fiksi
"Yang muda yang berkarya", itu yang selalu terlintas dalam benak saya. dulu para pemuda menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan, kini indonesia telah merdeka, saatnya para pemuda menjadi bagian pula dalam mengukuhkan kualitas kemerdekaan. detik demi detik waktu memperjalankan saya kepada titik dimana saya harus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan, dan hati saya berkata "hanya ada satu cara untuk mewujudkan itu semua" *hati saya berbisik "Karya".. yah karya! hanya dengan cara itu saya bisa memantapkan kualitas saya. kini umur saya sudah 24 tahun, ingin rasanya menghabiskan masa muda saya dengan berkarya, dan karyanya dinikmati hingga hari tua kelak, kayanya seru.. *kalo masih dikasih umur hehe..* Pahlawan itu artinya pejuang dalam membela kebenaran, dan saya ingin menjadi pahlawan 😎, meskipun tidak mungkin bisa menjadi pahlawan indonesia dikemudian hari, paling tidak saya bisa menjadi pahlawan bagi diri dan lingkungan terdekat saya mulai detik ini :-)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#687
musik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Embun Pagi
  • zeandra dan Marsha...
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Cerpen Aku menulis maka aku abadi
  • Strong Girl
  • Perjodohan  [ fresha]
  • Happiness [End]
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  • The Inspirational Journey of the Sixteenth Ship

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan