D(h)ita
  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 27, 2018
Tidak ada manusia yang benar-benar mirip di dunia yang fana ini bukan? Tuhan dengan karya-Nya tak pernah keliru menciptakan segala sesuatu. Termasuk manusia. Segala Karunia yang ia berikan pasti diikuti dengan cobaan untuk hamba-Nya. Begitu juga dengan Dua Remaja Putri ini. Mereka memiliki kesamaan namun perbedaan di antara keduanya sangatlah banyak. Satu hidup dengan keadaan ekonomi yang sangat amat berkecukupan dan satu-Nya hidup dengan keadaan ekonomi berusaha untuk mencukupi kebutuhan. Tidak hanya sebatas itu. Sulur-sulur takdir menjalar mengikat kedua remaja ini dengan segenap permasalahan yang ada. Memaksa keduanya untuk belajar akan kerasnya kehidupan dan belajar untuk menerima takdir. Bahwa setiap hal yang datang pasti akan memiliki tempat persinggahannya masing-masing.
All Rights Reserved
#196
grasindostoryinc
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Takkan Pernah Satu
  •  ANATHA
  • FIZYA
  • I'm okay (END)
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • axiomatic love [REVISI] [ON GOING]
  • Rasa Yang Hilang
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines