Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
You
  • WpView
    LECTURAS 339
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jun 9, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
"Lambat laun, dia akan berlabuh jua. Mendekat pada tepiannya. Merapat pada dermaganya. Jika aku berhak memilih, maka kau akan jadi labuhan terakhir bagi perahu ini. Aku temukan kau dermaga benderang di antara temaram. Semoga bukan sekedar mimpi di siang bolong atau halnya menanti pelangi di malam hari. Semoga saja..." Begitulah kira-kira tulisan gadis 21 tahun itu di buku catatannya. Nissa ingin terus berlayar mengikuti arus, sesederhana air yang mengalir ke muara. Ia hanya berharap tak tersesat jauh. Sadar akan kesalahannya yang sudah terlanjur menakhodai perahu ini dengan hati bukan akal. Perasaannya mulai goyah, Apakah benar orang itu yang selama ini dia cari ? Apakah orang itu benar-benar satu rasa dengannya ? Nissa tidak ingin berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan itu, apalagi berkeras dengan jawaban iya. Namun mereka berhasil menjadi hantu di hati dan pikirannya. Sekarang ia hanya ingin terbebas dari semua itu, menjalani hidup sebagaimana gadis normal lainnya. Sedalam apapun, rasa penasaran itu tetap tidak akan bisa membunuhnya. Sebaliknya, ia justru tidak ingin tahu jika pada akhirnya laki-laki itu memang bukan takdirnya. Sekali lagi, ia berharap segalanya mengalir ....
Todos los derechos reservados
#64
islamiclovestory
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • R I N ~ (Telah Terbit)
  • Gus Bara
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • My Love is on Paper
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Narasi patah hati

"Aku selalu merindukan langit, tapi aku tak yakin bisa meninggalkan orang-orang yang ku cintai di bumi." -Ghaza Albirruni- "Wahai perindu langit, ajarkan aku tuk merindu pada Rabbmu, Sang Pemilik Langit." -Hagia Sophia ©YusiAlfatih

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido