TiurGuide
  • WpView
    Leituras 20
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, abr 14, 2021
WpInfo
Ficção
Temas Sociais
Hening seketika, bahkan aku yang biasanya tak bisa diam, kali ini kikuk dan tak bisa berkata kata. Aku hanya sekilas melirik laki laki jangkung yang duduk di kursi rotan dihadapanku. Dia tetap sama, laki laki yang tenang meski mungkin saja badai tengah melanda dirinya. "Jadi, gimana le. Mau diapakan cucu kesayangan Mbah ini?. Kalau memang bisa diperbaiki yah sumonggo, jika ingin dikembalikan yah si Mbah menerima dengan hati yang lapang" Dengan suara yang semakin lirih dan bergetar, si Mbah membetulkan posisi duduknya. Bersiap menerima jawaban apapun dari menantu dihadapannya ini. "Saya..." Jeda cukup lama untuk mengatakan hal berat dan menyesakkan ini. Dengan satu tarikan nafas, dia benar benar mengatakannya. " Saya kembalikan Tiur sepenuhnya kepada Mbah dan mbah Uti" Sepenggal kalimat yang membuat duniaku hancur.
Todos os Direitos Reservados
#566
hijab
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • My Little Monster - Completed
  • Strong Girl Michella (END)
  • Om, Ayo Nikah!
  • PORTRAIT ☑
  • Wrong Dream
  • Disguise... [END]
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • ARUMILA
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Behind After

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo