TiurGuide
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 14, 2021
Hening seketika, bahkan aku yang biasanya tak bisa diam, kali ini kikuk dan tak bisa berkata kata. Aku hanya sekilas melirik laki laki jangkung yang duduk di kursi rotan dihadapanku. Dia tetap sama, laki laki yang tenang meski mungkin saja badai tengah melanda dirinya. "Jadi, gimana le. Mau diapakan cucu kesayangan Mbah ini?. Kalau memang bisa diperbaiki yah sumonggo, jika ingin dikembalikan yah si Mbah menerima dengan hati yang lapang" Dengan suara yang semakin lirih dan bergetar, si Mbah membetulkan posisi duduknya. Bersiap menerima jawaban apapun dari menantu dihadapannya ini. "Saya..." Jeda cukup lama untuk mengatakan hal berat dan menyesakkan ini. Dengan satu tarikan nafas, dia benar benar mengatakannya. " Saya kembalikan Tiur sepenuhnya kepada Mbah dan mbah Uti" Sepenggal kalimat yang membuat duniaku hancur.
All Rights Reserved
#21
hijab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • LOVE in SILENCE
  • My Little Monster - Completed
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • ARUMILA
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Strong Girl Michella (END)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines