"Jadi yang pertama harus kokoh." Kata mereka. Namun, sampai kapan harus menjadi kokoh sementara batin perlahan runtuh? Hanya karena terbiasa menelan resah tanpa suara, sehingga harus berulang kali menyusun langit di atas pundak. Menelan sesuatu yang tak seharusnya di telan. Yang jika dimuntahkan hanya akan menjadi racun. Ada apa di ujung sana sehingga Tuhan begitu ingin memoles ceritaku dengan banyaknya duri? -Shana
More details