ALISAH & Dua Kalimat Syahadat (DIPENDING)

ALISAH & Dua Kalimat Syahadat (DIPENDING)

  • WpView
    Lectures 19,999
  • WpVote
    Votes 869
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., janv. 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Siang ini ribuan saksi datang berbondong-bondong untuk menyaksikan seorang gadis yang berpakaian gombrang dan kain yang menutupi sebagain wajahnya yang akan diAdili dan di hakimi di pengadilan ini. Tentang apakah ia akan di hukum MATI. ataukah Di penjara seumur hidup sebagai tahanan di luar negeri. Detak jantung berdetak begitu cepat. Dengan kondisi yang siapa saja akan merasakan ketakutan yang luar biasa. "Jisung...aku sungguh tidak melakukannya." ujar alisah meyakinkan. "Aku percaya pada mu.. Karena kamu percaya pada Tuhanmu..tuhan mu maha adil bukan? Dan tuhan mu maha mengetahui bukan? Maka dari itu kamu tak usah khawatir selagi ada tuhan mu dan diriku yang selalu ada di samping mu." ujar nya. Hari ini...semua akan menjadi Saksi Bisu perjuangan seorang gadis Muslimah... Akankah Alisah DiHukum Mati! Ataukah Dipenjara Seumur hidup. . . "Bukan kah ketika ingin bahagia harus merasakan nikmat nya sakit?." -Alisah [Alhamdulilah....kisah ini sudah direvisi, yak mohon maaf apabila ads kesalahan_-. Oh iya , ini dari Kisah IAMOP(I AM MOESLIM OPPA) Diganti menjadi ALISAH & Dua kaliamat syahdat....Vote&comment nya ya sob😚]
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Reynis Love
  • GHZZELL Lion Aracelly
  • Rasa Dalam Sujudku
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Al Fahri
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • Alefandra

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu