Story cover for DREAMER by HilwaAgustina
DREAMER
  • WpView
    Membaca 437
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 2
  • WpView
    Membaca 437
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 2
Bersambung, Awal publikasi Mei 23, 2014
DIDEDIKASIKAN BUAT DIRECTIONERS YANG NGGAK BISA NONTON LANGSUNG KONSENYA THE BOYS TAHUN DEPAN :')


“Aku kehilangan tiketku. Dan—“ belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Rachel dan kedua temannya telah meninggalkanku sendirian disini. Mereka berlari ke arah kerumunan dan saat itu aku tahu bahwa One Direction akan segera tiba kemari. Aku mengambil spidol berwarna hitam lalu menulis dengan gerakan cepat di atas kertas yang masih kubawa dari tadi.
         `WE HAVENT GOT TICKETS BUT WERE HERE FOR YOU`


Copyright © 2014
Hilwa Agustina
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan DREAMER ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Red Horizon oleh stawbyys
44 bab Lengkap
Mereka tidak pernah benar-benar bertemu. Hingga takdir mempertemukan mereka di bawah logo kuda jingkrak, di mana garis antara kemenangan dan kehancuran begitu tipis-mereka mulai melihat satu sama lain dengan cara yang berbeda. Dibayangi oleh masa lalu, di tengah sorotan media, tekanan tim, dan lintasan yang menuntut lebih dari sekadar kecepatan, keduanya terjebak dalam permainan yang lebih berbahaya dari balapan mana pun-sebuah permainan antara kehilangan, ambisi, dan perasaan yang tak seharusnya ada. [Spoiler] "I made a playlist," ucapnya singkat, suaranya nyaris berbisik. "Thought you might like this one." Evie ragu sejenak, tapi jari-jarinya mengambil earphone itu dengan hati-hati. Satu sisi ia pasangkan di telinganya, sisi lain sudah tersemat di telinga Theo. Kabel putih itu jadi satu-satunya benang yang menghubungkan mereka sekarang. Nada awal dari lagu pertama mulai terdengar. Lembut, namun menghantam. Gitar pertama berdenting seperti udara malam yang masuk lewat jendela, menggores pelan ke tulang. Drum-nya pelan, tapi mantap-seperti detak jantung yang tak bisa dipadamkan. Evie tak siap. Dadanya mencelos saat suara itu masuk. Every breath you take... Ia mengedip cepat, menahan sesuatu di balik tenggorokannya. Matanya tetap tertuju ke jendela, tapi ia tak lagi melihat apa pun di luar sana. Yang ada hanyalah suara, dan Theo di sampingnya-begitu dekat, panas tubuhnya terasa sampai ke tulang rusuk Evie. Seketika, ia sadar betapa ia merindukan kedekatan ini. Rindu akan diamnya Theo. Rindu aroma musk lembut yang entah kenapa selalu membuat jantungnya berdegup lebih cepat. Theo memejamkan mata, kepalanya sedikit menunduk. Ia tak bicara. Tak bergerak. Tapi keberadaannya... menciptakan kehadiran yang tak bisa diabaikan. Every move you make Every step you take I'll be watching you... Evie menggigit bibir bawahnya. Ia tak tahu apakah ini permintaan maaf atau sekadar bentuk penghiburan. Tapi yang jelas, ia tak sanggup menolaknya.
Collision Course  oleh Jaesalee06
17 bab Bersambung
Ini kisah tentang cinta segitiga yang tadinya simpel, tapi tiba-tiba upgrade jadi love polygon. Ada rivalitas level sinetron pagi, dendam yang nempel kayak stiker di helm yang udah kelamaan dijemur, dan anak-anak muda yang masih bingung mau galau atau move on. Ada yang denial setengah mati, ada yang pacaran tapi putus-nyambung kayak kabel casan rusak. Dan di tengah semua drama ini, ada satu 'princess' yang entah sadar atau enggak, dikelilingi para 'pangeran'. Ini beneran kisah cinta atau malah harem modern?! --- Member Blitz mundur beberapa langkah. Bukan karena mereka takut, tapi karena mereka benar-benar ingin masalah ini segera selesai. Tidak apa-apa jika Bianca dan Raja harus beradu argumen sampai mulut mereka berbusa, asalkan ada penyelesaian. Keanu sudah bosan mendengar Raja yang setiap malam memainkan lagu yang sama di piano berulang kali di basecamp. Seolah-olah dentingan nada itu bisa meredakan kekacauan di hatinya. Bramasta? Ia sudah lelah melihat Raja yang terus berolahraga tanpa mengenal kata istirahat, seakan keringat bisa menghapus sesaknya. Bastian dan Mahen memang jarang berada di basecamp sekarang, tapi mereka juga mulai muak dengan panggilan telepon dari Raja yang selalu menanyakan hal yang sama-Bianca masih marah nggak? Gue harus gimana? Sementara Aji dan Langit? Mereka sudah lelah lahir dan batin. Lelah menjadi partner balapan Raja setiap kali hati pemuda itu kacau, menemaninya melampiaskan amarah di lintasan jalanan kota. Lelah juga menghibur Bianca yang, meski bersikap kuat di depan orang lain, tetap saja manusia yang bisa rapuh. Intinya? Tidak ada kenyamanan di Blitz setelah dua sejoli itu putus.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
All Of Sudden // h.s cover
Loved You First (Niall Horan love story)✔ cover
OBSESSION cover
Red Horizon cover
Styles[Sequel To Last December] cover
Friendzone with (Niall) one direction cover
[COMPLETED] 7 Days cover
Me & One Direction [COMPLETED] cover
Collision Course  cover

All Of Sudden // h.s

9 bab Lengkap

Kisah yang tidak terduga dari seorang mahasiswi yang dulu menyamar menjadi seorang gadis culu dan lugu, namun sudah berubah menjadi dirinya sendiri yang cantik dan dapat memikat hati para lelaki, dengan dosen tampan berlesung pipit yang berhasil membuat sebuah kelas yang biasanya sangat berisik menjadi sehening tengah malam dalam hutan. Apa yang akan terjadi dengan kedua manusia berbeda jenis dan status ini? Apakah akan terjadi sesuatu diantara mereka dalam kurun waktu satu hari? Ya hanya satu hari. Persis seperti kata William Shakespeare, All Of Sudden “Mempesona? Lalu apa yang terjadi dengan seorang dosen tua, berkepala pitak, bertubuh pendek dan gempal serta berkacamata bulat besar yang lebih parah dari punyamu?” -Rachel Houston Copyright © 2014 by salsofc