Goresan Pena

Goresan Pena

  • WpView
    GELESEN 1,590
  • WpVote
    Stimmen 187
  • WpPart
    Teile 47
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Sa., Aug. 15, 2020
WpInfo
Poesie
Rasa ini pernah hadir di hati ini untukmu, sebelum akhirnya waktu mampu menghapus semuanya. Bahkan jantung ini pernah berdetak kencang saat di dekatmu, sebelum akhirnya jarak menghilangkan semua ini. Maaf aku tidak bisa jadi apa yang kamu inginkan. Semoga kamu masih setia dengan rasa ini, saat aku mulai lelah menjaga rasa ini. Saat kamu masih setia dengan satu nama, semoga saja aku juga masih setia dengan satu nama Terimakasih pernah hadir di hidupku, walaupun hanya sementara, Terimakasih atas apa yang telah kamu berikan kepadak, canda, tawa,dan kesedihan. By:Bellafjr
Alle Rechte vorbehalten
#25
qoetes
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Aksara Tak Bertuan
  • Perihku Ditinggalkan
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Andai bisa
  • Aku (Selesai)
  • Lembut Seperti Doa
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Air Mata Cinta
  • Diam

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien