Goresan Pena

Goresan Pena

  • WpView
    Membaca 1,590
  • WpVote
    Vote 187
  • WpPart
    Bab 47
WpMetadataReadLengkap Sab, Agt 15, 2020
WpInfo
Puisi
Rasa ini pernah hadir di hati ini untukmu, sebelum akhirnya waktu mampu menghapus semuanya. Bahkan jantung ini pernah berdetak kencang saat di dekatmu, sebelum akhirnya jarak menghilangkan semua ini. Maaf aku tidak bisa jadi apa yang kamu inginkan. Semoga kamu masih setia dengan rasa ini, saat aku mulai lelah menjaga rasa ini. Saat kamu masih setia dengan satu nama, semoga saja aku juga masih setia dengan satu nama Terimakasih pernah hadir di hidupku, walaupun hanya sementara, Terimakasih atas apa yang telah kamu berikan kepadak, canda, tawa,dan kesedihan. By:Bellafjr
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#48
curhatan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aksara Tak Bertuan
  • Diary hati:)
  • Segala Tentangmu ❝
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Menanti dalam istiqomah
  • Diam
  • Kalimat Rasa [FINISH]
  • Andai bisa
  • Lembut Seperti Doa
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan