We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KINESHA

KINESHA

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang gadis cantik berlari dengan tergesa-gesa menghindar dari kejaran fans fanatiknya, kepalanya terus menoleh kebelakang untuk memastikan jarak fans dengan dirinya berjauhan, hingga akhirnya.... Brukk.... Ia menabrak seseorang, dan....fansnya sudah berada di depannya. Mati gue. "Kak bagi nomernya dong" ucap fans gilanya sambil menyodorkan ponsel "PERGI!" usir gadis itu "Kak mau nggak jadi pacar saya?" Tanya fansnya lagi "NGGAK!" "Kenapa? Kakak kan jomblo saya juga jomblo...jadi bisa lah..kita pacaran" gadis itu bergidik ngeri mendengar ucappannya. "GUE NGGAK JOMBLO!, GUE PUNYA COWO!" Tekas gadis itu "Siapa pacar kakak?" Gadis itu diam. Lalu melirik laki-laki tak dikenal yang ia tabrak di sebelahnya, tatapan bingung pun tercetak di wajah laki-laki itu, laki-laki itu sangat tampan memang, tapi ia tidak tertarik sedikitpun Ia menghembuskan napasnya berat Gue bakal nyesalin perbuatan gue kali ini. Batinnya. "i--ini cowo gue!" Gadis itu menarik lengan laki-laki itu, lalu menggenggam erat tangannya. Sedangkan cowo itu diam tanpa ekspresi, merasa tangannya dicubit-cubit, gadis itu memberi kode kepadanya dan akhirnya membuka suara. "Dia cewe gue, mau apa lo?."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Resya's Journey Of Life?
  • Sweet Combat
  • SATRIA (Completed)
  • Still You (Completed)
  • RAFKA [REVISI]
  • ON SIGHT (Completed)
  • One Week Love 1 (completed)
  • Kamu

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines