Story cover for Disparate by shnearth
Disparate
  • WpView
    MGA BUMASA 202
  • WpVote
    Mga Boto 14
  • WpPart
    Mga Parte 3
  • WpView
    MGA BUMASA 202
  • WpVote
    Mga Boto 14
  • WpPart
    Mga Parte 3
Ongoing, Unang na-publish Nov 14, 2018
"Di antara dunia yang tak terlihat, cinta kami terjalin, meski gelap mengancam di setiap langkah."

Disparate bukan hanya tentang cinta yang tumbuh di antara dua jiwa yang berbeda, tetapi juga tentang menghadapi ketakutan terbesar dalam hidup-baik dari dunia roh yang tak terlihat maupun dari dalam diri mereka sendiri. Ini adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan ikatan yang tak terpisahkan antara dua orang yang terjebak di antara dua dunia yang bertabrakan.








Disparate
By shnearth
Januari 2025
All Rights Reserved
Sign up to add Disparate to your library and receive updates
o
#6romancehoror
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 8
Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak? cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
OUR STORY 'Sunlight Thief cover
Benua Antarkita cover
Warna Yang Hilang cover
KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan) cover
Pelangi Setelah Hujan (END) cover
Dunia Virtual #1: Benak Sahabat cover

Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

8 parte Ongoing

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?