Tough Girl

Tough Girl

  • WpView
    Reads 7,410
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 23, 2021
Dia yang suka tersakiti, memilih menikmati rasa sakit itu dengan senyuman. Dia yang tidak pernah di anggap ada, memilih mengabaikan semua orang. Dia yang selalu di benci dan di hina, memilih menumpahkan rasa benci pada dirinya sendiri. Dia yang selalu di permainkan, memilih mempermainkan semua orang dengan sikapnya. Dia yang sudah terlanjur kecewa, memilih memutus semua akses pada orang-orang. Dia menjadi misterius dan penutup. Dia berubah! Tidak ada lagi gadis berkacamata yang lugu dan baik hati, tidak ada lagi gadis nerd yang lemah lembut, dan tidak ada lagi gadis berponi yang cerewet dan ceria. Dia berbeda, dan dia berubah ketika tuhan mengujinya. "Lo berubah! Lo bukan diri lo yang dulu" Jefan tertawa hambar kemudian menatap Tiara sendu "Bahkan Lo bukan Matahari gue yang dulu lagi" Jefan melanjutkan kalimatnya sambil menatap dalam-dalam iris coklat pekat tersebut. "Gue memang berubah! Dan gue bukan gue yang dulu" Tiara balik menatap tajam iris hazel pekat milik Jefan "Gue bukan Matahari lo yang dulu lagi, tapi gue hanya sebatas bayangan bodoh di kehidupan lo" Tiara melangkah pergi setelah melanjutkan kata-katanya.
All Rights Reserved
#63
watty2019
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ditya
  • Sad girl
  • Numbness (selesai)
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Evando&Seraphine [END]
  • DETTA
  • Why Stay Away?
  • ALGAFA
  • Where The Feelings
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
Ditya

[ judul awal : Nine years ago ] " Mending lo pergi " " Pergi! " Bentak Ditya kepada Lili yang masih saja berdiri di depannya di ruangan serba putih ini. " Gak " Respon Lili tegas sambil menatap mata Ditya tegang. Ia mendekati Ditya yang sedang duduk diranjangnya.Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya namun ia pertahankan untuk tidak jatuh saat itu juga. " Gwe bilang pergi li. Sebenarnya apa sih alasan lo masih bertahan sama gwe yang gak guna ini? Gwe bener bener gak ngerti sama jalan pikiran lo " Ucap Ditya memalingkan wajahnya, kemudian melanjutkan ucapannya " Asal lo tau ya Li, fisik gwe ini akan mati,sebelum itu, mental gwe juga akan mati dan nantinya lo akan hilang dari ingatan gwe. Jadi lebih baik lo per- " cup- Ditya kaget dengan yang dilakukan Lili. Sekilas namun berhasil membuat degup jantungnya tak karuan. " Jangan usir gwe kaya gini dit,jangan usir gwe dari kehidupan lo " Ucap Lili dengan suara yang gemetar. Tenggorokannya terasa tercekat menahan untuk tidak menangis. " Gwe tau lo takut jadi gwe mohon lo gak perlu takut. Gwe adalah ingatan Lo. Gwe adalah hati Lo " Lili tak bisa menahan air matanya. Satu persatu cairan bening itu keluar dari pelupuk matanya. " GUE CINTA SAMA LO DIT,GUE SAYANG SAMA LO, GUE MAU LO BERTAHAN UNTUK GUE DAN GUE MAU LO SEMBUH " sih amatir. Mohon dimaklumi :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines