Luka
  • WpView
    Membaca 304
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Nov 6, 2020
Kehidupan sehari-hari Alfia Anastasya yang penuh luka Keluarga yang mengucilkannya Teman yang menusuknya dari belakang Juga Rafa yang meninggalkannya Fia pernah mendengar pepatah yang mengatakan "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian" Tapi akankah itu berlaku juga untuknya? Atau memang dia tidak pernah ditakdirkan untuk bahagia? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu jawabannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#59
axel
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Apa Itu RUMAH?
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Evanescent [SEGERA TERBIT]
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Fragments Of A Lost Happiness
  • ALASKALETTA
  • Yang Masih Berdetak
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)

Adisti Airani, atau yang kerap disapa Disti. Seorang remaja yang baru menginjak usia ke 17 tahun, harus dihadapkan dengan berbagai masalah di hidupnya. Masalah yang selalu ia tutup rapat-rapat dengan tawanya yang kencang dan lawakan mengocok perut. Satu quotes dari Disti menggambarkan bagaimana peliknya kehidupan gadis itu. "Mana yang lebih bahagia? Utuh tapi hampa, atau pisah merasakan salah satu perannya?" Disti menggambarkan dirinya bagaimana memahami keadaan seperti dalam quotes tersebut. Terombang-ambing akan keputusan akhir yang membuatnya terluka atau bahagia? Haruskah keluarganya utuh namun tak selaras, ataukah berpisah merasakan satu peran?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan