Jodohku Bukan Penggantimu

Jodohku Bukan Penggantimu

  • WpView
    Reads 154,782
  • WpVote
    Votes 9,536
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 13, 2019
Raya tahu seseorang sedang mengawasi mereka, bahkan ketika Aryanka Dylan berlutut di hadapannya, mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku jasnya. Arya membuka kotak beludru berwarna merah itu dan mengulurkannya pada Raya. "Radista Anggitya ...." Arya menarik napas, menatap Raya penuh kesungguhan, "maukah kamu menikah denganku?" Aryankan Dylan adalah sahabat Rian Fabiansyah, lelaki yang saat itu sedang berdiri di belakang pohon menguping pembicaraan mereka. Lelaki yang juga telah menghancurkan hati Raya dengan memutuskan secara sepihak hubungan yang telah terjalin selama empat tahun dan menikah dengan perempuan lain. Karena hubungan percintaannya dengan Rian yang gagal, menjadikan trauma yang amat mendalam. Raya hendak menolak lamaran Arya dengan alasan itu. Dan juga, bagi Raya, Arya hanya sebatas teman yang baik. Tetapi kemudian pemikiran itu muncul. Egonya mendorongnya untuk membalaskan rasa sakit hatinya pada Rian dengan menerima lamaran dari sahabat karibnya.
All Rights Reserved
#101
raya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI]
  • My Hottest Husband [Hottest Series#2]
  • Ana uhibbuka Fillah (SUDAH TERBIT)
  • Hello senja (END)
  • ARNANSYA [Completed]
  • MAAF MENCINTAIMU ✓ END
  • Hijrah Cinta (Sudah Terbit)
  • Cinta yang Dirindukan
  • Sorry if i hurt you
  • CAHAYA

[PUBLISH ULANG - FREE FOR READ] Hilya Mafaza Azizi, gadis manis yang mengagumi seseorang tanpa tahu wujud dan rupa orang tersebut. Semuanya bermula saat Hilya mendengar suara merdu nan lembut tiap waktu salat tiba. Ya, Hilya menyukai si Muazin itu hanya dengan mendengar suaranya. BLURB : "STOP! STOP!," Anna yang sedaritadi diam menyaksikan bangkit dari duduknya. Menatap Rakha dingin, "kamu? Rakha, kan? Yang kemarin nyatain perasaan ke Hilya?. Mendingan pergi, deh!." Anna tersenyum samar bersamaan dengan wajahnya yang kembali dingin. __ "Saya terima nikah dan kawinnya Aqlima Razanna...." Tak lama setelah itu kata 'sah' pun terucap, disambut dengan lafadz hamdallah dari para tamu yang hadir. Tak kuasa membendung air mata, Hilya menunduk dalam guna menghindari tatapan orang disekitar yang bisa saja melirik ke arahnya. Sementara Anna, gadis berpashmina putih itu menoleh ke arah belakang. Terlihat dari posisi duduknya saat ini, Hilya tengah menunduk. Tak bisa dipastikan ekspresi sahabatnya itu. Walau, Hilya sendiri pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak ada perasaan apapun terhadap lelaki yang kini telah menjadi teman hidupnya. Tetap saja, rasa was-was melingkupi sebagian hati kecilnya. Anna takut, apa yang Hilya katakan waktu itu adalah upaya gadis itu agar pernikahannya dengan Rakha berjalan dengan lancar. Sedangkan perasaan gadis itu terhadap lelaki disamping masih berbekas. Ia takut hal itu ada pada Hilya. Ia takut menyakiti Hilya. Disini, puncak permasalahan berasal dari dirinya. __ Bahagia atau sedihkah, ketika aku telah mengetahui siapa si Pemilik Suara itu?. -Hilya Mafaza Azizi- __ Kini aku semakin percaya dengan pribahasa ini 'Jodoh itu seperti setumpukan tempe, tidak ada yang tahu', begitu. -Penulis- __ Kisah yang sungguh rumit? Kalian berhasil menemukan nya. Inilah dia!. __ Published on 09 April 2019 Finished on 30 Mei 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines