Kenang di Belanga

Kenang di Belanga

  • WpView
    OKUNANLAR 155
  • WpVote
    Oylar 17
  • WpPart
    Bölümler 7
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Ara 25, 2018
"Aria, lihat aku. Hujan ini, akan kubungkus untukmu. Kamu bisa menghidu aromanya dari sana," Asa menadah hujan melalui tangkupan tangan mungilnya. "Lihat, aku sekarang tak takut pada hujan lagi." "Ah, kamu masih takut," ucap sebuah suara yang sangat dikenal Asa. Peluit biru tua terkalung di leher pemilik suara tersebut.
Tüm hakları saklıdır
#33
grasindostoryinc
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Memories in Moon
  • TIREYA
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Light Behind the Feelings
  • Reyhan dan Arsya [Completed]
  • Rainangkasa #2 [END]
  • LENTERASKA
  • Di Antara Keheningan
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • KEANSHA [Hiatus]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi