Istimewa

Istimewa

  • WpView
    LECTURES 45
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., nov. 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Walau selalu adu mulut, nyatanya cuma anak baru periang bernama Sanguina yang tahan duduk di sebelah Phlegma, murid yang selalu terlihat tenang tapi nyatanya selalu memprotes semua hal yang menurutnya tak semestinya. Pandu mulai menyukai gadis itu saat ia merasa Sanguina membela dirinya saat diprotes Phlegma. Suatu hari, ada hal yang membuat nilai Sanguina menurun sekaligus menurunkan ketenarannya. Melihat sahabatnya jadi uring-uringan, Dara dan Kristal mencoba membantu Sanguina bangkit. Tapi masih tak terlalu membantu. Pandu menyarankannya untuk nyontek saja namun ia menolak. Sedangkan apa yang dilakukan teman sebangkunya? Cuma duduk tenang dengan ekspresi damai seolah tak terjadi apa-apa. Namun itulah yang membuat Sanguina akhirnya bisa bangkit dan mampu menyaingi Phlegma si empunya nilai sempurna. Ditambah sosok misterius yang diam-diam membantunya. Seseorang yang istimewa dan menyadarkannya bahwa ia juga istimewa. Karena masing-masing orang telah dirancangkan begitu istimewa.
Tous Droits Réservés
#103
istimewa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Game Over: Losing Control
  • Just Friends✔
  • Satu Langkah
  • Kalibrasi Rasa
  • CINTA SEPIHAK [TERBIT]
  • Seventeen Years Old
  • Break The Mold [END]
  • To Choose an Enemy (End)

[3] TERBIT 📖 - "Gue kangen dengan sosok lo di luar sekolah." Clara menunduk, tersenyum kecil. Lalu ditolehkannya kepalanya kembali kepada Arjuna. "Kenapa lo nggak jadi diri lo sendiri aja, Jun? Kenapa lo harus selalu terlihat berbeda?" Arjuna diam lama. Tatapannya kosong. "Kalau lo tahu apa yang sebenarnya terjadi di diri gue, apa lo tetap bakalan di samping gue sampai kapan pun?" Clara melebarkan senyumnya. "Pasti. Lo nggak harus mempertanyakan itu, kan?" Arjuna tersenyum miring. Clara sampai kapan pun tak tahu dengan siapa yang dia hadapi. copyright©2020 by sirhayani

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu