Laila : Ekskul (Completed)

Laila : Ekskul (Completed)

  • WpView
    Lecturas 1,520
  • WpVote
    Votos 190
  • WpPart
    Partes 33
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 23, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Bukankah sahabat seharusnya tidak pernah meninggalkan diri kita sendirian, saat kita membutuhkannya? Dari bagian hidup yang inilah, justru aku belajar tentang kehidupan. Mungkin bagiku, kehidupan sedikit kejam. Ia membuatku ingin berlari. Ia membuatku ingin terus berlari jauh, menghindari semua yang membuatku sesak. Namun, aku memilih tidak menyerah dan bergelut mencari jati diri melalui ekskul (baca : ekstrakurikuler). --- "Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, tapi kita bisa memilih sikap apa yang akan kita lakukan dan bagaimana menjalaninya. Dari sikap yang terbaik akan menuai hasil yang terbaik." Juni kepada Laila. --- "Apa kamu tahu, kalau semua ada waktunya? Jika kita memaksakan sesuatu yang belum waktunya, akan terlihat bahwa kita seperti makhluk yang menentang semesta."
Todos los derechos reservados
#16
farmasi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • BALADA CINTA BALADO (End)
  • Semu [Completed]
  • Resital Sunyi (End)
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Karena Kamu Rumahnya
  • PILIHAN
  • Antara  [End]
  • LAST BUT LOST

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido