Jemparing Asmara

Jemparing Asmara

  • WpView
    Reads 1,348
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 27, 2020
WpInfo
Poetry
Tresna, punika obahing raos saking ati kang anggadhahi sipat welas - asih. Ingkang dipun ketingalaken kanthi tumindak kang sae-sae. upaminipun raos gemati, nggatekake, mikir repote liyan, remen tetulung, lan sakpiturutipun. Ingkang ndadosaken raos bungah tumrap tiyang sanes Kumpulan geguritan dan tembang macapat tentang jatuh cinta... Semoga terhibur 😀😀
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Yang Pernah Patah
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • G.R.A.C.E.L.L.A
  • Dimensi Cinta AttaRicis
  • RUMPANG RAMPUNG
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Meneroka Jiwa 2
  • BROKEN HEART [END]

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines