JEDA

JEDA

  • WpView
    Reads 1,127
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 10, 2019
Lewat sebuah kotak kuning pucat, waktu bergulir membawa Wina kembali ke masa-masa sekolahnya. Masa ketika cinta baru belajar tumbuh, mekar dan mewarnai dunia remajanya. Bittersweet. Rasa yang pas sekali menggambarkan hari-hari ketika persahabatan, cinta dan gebu mimpi sama-sama mengambil bagian dalam hidupnya. Lima belas tahun sudah Wina mengambil jarak dari masa-masa itu. Menyimpan rapat-rapat perasaannya. Membiarkan bumi terus berputar, tanpa seorang pun tahu, ada satu kisah yang belum usai dari kehidupan remajanya. Akankah jeda yang sekian lama Wina biarkan, mampu menjawab kisah yang belum usai itu? Kita akan menemukan jawabannya lewat keping kenangan yang menyembul dari kotak kuning itu.
All Rights Reserved
#3
meteorgarden
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [✔️]
  • Titik Nadir
  • JEVIN AERA
  • cinta yang terluka
  • Kita Di Antara Waktu
  • Arranged Marriage gen Z
  • Cinta Alazka di Paskibra
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • Kelas A [End]

[MATURE] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, matanya beralih ke Asher, yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata, Asher melangkah mendekat, tatapannya dingin dan tajam. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangannya terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher-apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu yang Ren sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate-tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Tapi semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines