MAGENTHA (Hiatus)

MAGENTHA (Hiatus)

  • WpView
    Reads 1,146
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2020
"Setan itu bisa nggak sih, nggak bikin aku kesel sekali-aja." <<<>>> Magentha adalah sebuah cerita sederhana yang akan mengajarkanmu untuk memahami arti sebuah perhatian dan keegoisan. Magentha dan Aqsa akan membawamu ber-gemas ria dengan perilaku mereka. Mereka akan membawamu juga ke dunia lensa dan pena. Cerita ini sama sekali tidak akan membuat kalian baper. Tapi aku juga tidak yakin. Gak usah basa-basi yuk langsung saja baca, sebelum baca jangan lupa klik tanda + ya ;) Selamat Membaca 🤗 Ava
All Rights Reserved
#33
jurnalis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • New World [REVISI]
  • Rasa dan Harapan
  • Just Friend
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]
  • SHILA [END]
  • SHEIRAZ PLAN ✓
  • LDR || Lo Dan Rindu [END]
  • My Annoying Boyfriend [END]
  • KIARA [END]

Sequel Ventiones Academy **** Sebenarnya tidak ada yang aneh di hidupku. Hidupku berjalan seperti remaja usia empat belas tahun pada umumnya. Tetapi, seketika semuanya berubah. Iya, berubah. Tidak, bukan berubah dunianya yang berubah. Tapi, aku selalu dikejutkan dengan bisikan seorang lelaki yang begitu ... lembut? Dari nada bicaranya, sih dia seperti merindukanku, baiklah aku mulai ge'er sekarang, jadi lupakan. Kemudian, merasa diawasi setiap berada di luar rumah. Sampai akhirnya .... Aku bertemu seorang gadis yang kelihatannya seusiaku, dan dia mengaku bahwa aku adalah 'sahabat setianya'. Hahaha, 'sahabat setia'? Terdengar seperti 'babu setia' menurutku, upss. Tapi itu sungguhan. Lebih parahnya lagi, aku bisa mengeluarkan api dengan tanganku ketika aku sedang marah ataupun kesal. Waktu itu, hampir saja api ini membuat temanku terbakar. Beruntung aku langsung menjauh darinya. Sungguh mengerikan. Tapi, kenapa aku bisa mendapatkan hal aneh seperti ini? Kenapa aku bisa merasakan hal aneh seperti ini? Apa aku tidak normal? **** *Perhatian, banyak umpatan kasar di sini. Jadi dimohon untuk jangan menirunya di kehidupan sehari-hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines