instorten

instorten

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
Ini kisah tentang Airin dan Barry,tentang waktu yang bukanlah jaminan untuk keduanya tetap abadi bersama. "Satu hal yang aku syukuri untuk saat ini adalah kamu tidak mengambil nyawaku mas, sebagai mana ayah meregang nyawa ibu ku dulu. Karena jika itu terjadi pula pada ku, maka aku ngga akan pernah tau apa yang akan terjadi pada anak-anak ku kedepannya" -Airin (Plagiat dilarang mendekat) Semoga kalian suka dengan imajinasi tak beraturan ku ini, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah.
All Rights Reserved
#629
penghianatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEPARATED BROTHER [END]
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Bukan Kita D.A.N
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • alur waktu
  • Geigi

Tian, seorang pemuda baik hati menghabiskan nyaris seluruh hidupnya untuk mencari sosok Bian, adik kandungnya yang telah hilang 18 tahun lamanya. Berbagai cara telah Tian lakukan untuk menemukan Bian. Tapi bahkan dalam jangka waktu selama itu, dia tak kunjung menemukan satu satunya keluarga yang masih dimilikinya itu. Bahkan Tian tidak tahu apakah Bian masih hidup atau sudah- Hingga disuatu pagi ketika dia mengantarkan roti pesanan pelanggannya, dia tidak sengaja terlibat masalah dan berakhir adu cekcok dengan sosok tuan muda kaya raya, bernama Barry Arya. Tuan muda itu angkuh, sombong, dan memiliki temprament yang sangat buruk. Tian berharap tidak akan pernah dipertemukan lagi dengan sosok itu. Cukup sekali dipagi yang sial itu Tian bertemu dengannya. Tapi rupanya Tuhan memiliki rencana lain. Siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya Tian malah membiarkan tuan muda sombong itu tinggal menumpang di apartemen sederhananya? Benar-benar tak terduga! Tapi sebenarnya siapa sosok Barry? Kenapa lambat laun Tian malah merasa anak itu tidak asing baginya? ... "Mana mungkin?! Bian tidak mungkin seperti dia! Kakak tidak tahu saja semenyebalkan apa dia. Tidak mungkin Bian ku yang manis dan lucu itu tumbuh menjadi seperti dia." -Tian- "Hei Tian! Memangnya apa yang salah denganku?! Lagipula siapa yang ingin menjadi Bianmu?!" -Barry-

More details
WpActionLinkContent Guidelines