Tschuss
  • WpView
    Reads 1,131
  • WpVote
    Votes 303
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue ikhlas." Dua kata itu adalah kalimat yang selalu aku sesali karena telah terucap dari mulutku. Namun, aku juga tak bisa berbuat apa-apa. Ketika dia hanyalah terpaksa mencintaiku. Terpaksa untuk selalu melindungi ku. Terpaksa karena perintah itu. Kinaya, kenapa kau beri dia perintah yang sangat sulit itu? Tolong tarik lagi kalimat yang kau ucap malam itu. Tolong Kinaya, aku tak mau dia tersakiti lebih banyak lagi. Masalah, terima kasih. Kau telah berperan penting dalam perjalanan hidupku. Karena dirimu aku lebih tahu indahnya dunia. Aku juga bisa lebih dewasa dan mengerti pentingnya bersyukur. Mama, Papa. Terima kasih sudah mengasuhku hingga aku sedewasa ini. Maafkan anakmu yang selalu berpikiran buruk ini. Aku menyesal Ma, Pa. ~~~~~~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Light as a Feather, Cold as Marble
  • Goodnight
  • Pride {l.s.}
  • The Terror Next Door (Based on a True Story)
  • Out of Her League |Lesbian Story|
  • MY BEST FRIEND IS A SECRET AGENT, Book 1: How Chip Became CHIP and Foiled the...
  • Unraveling Rosen | ✓
  • Running Out » Quicksilver
  • A Lady unlike any other (four hoydens #1)
  • Graveyard, Backyard

This is the sequel to Light as a Feather, Stiff as a Board, the first book in the Weeping Willow High School series.

More details
WpActionLinkContent Guidelines