Tschuss
  • WpView
    Reads 1,131
  • WpVote
    Votes 303
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 13, 2019
"Gue ikhlas." Dua kata itu adalah kalimat yang selalu aku sesali karena telah terucap dari mulutku. Namun, aku juga tak bisa berbuat apa-apa. Ketika dia hanyalah terpaksa mencintaiku. Terpaksa untuk selalu melindungi ku. Terpaksa karena perintah itu. Kinaya, kenapa kau beri dia perintah yang sangat sulit itu? Tolong tarik lagi kalimat yang kau ucap malam itu. Tolong Kinaya, aku tak mau dia tersakiti lebih banyak lagi. Masalah, terima kasih. Kau telah berperan penting dalam perjalanan hidupku. Karena dirimu aku lebih tahu indahnya dunia. Aku juga bisa lebih dewasa dan mengerti pentingnya bersyukur. Mama, Papa. Terima kasih sudah mengasuhku hingga aku sedewasa ini. Maafkan anakmu yang selalu berpikiran buruk ini. Aku menyesal Ma, Pa. ~~~~~~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • EIRENĘ
  • Growing Pain🥀
  • save me
  • Become Baby Boy✓
  • 27 FEBRUARI
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • Memorable
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines