Sahabat Rinjani

Sahabat Rinjani

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kau mempunyai banyak sahabat. Setiap sahabat masing-masing memiliki tempat khusus dihatimu. Sahabat itu adalah cinta. Cinta itu adalah sahabat. Kau bisa menyayangi lebih dari satu orang sahabat. Tapi kau tidak bisa mencintai lebih dari satu orang sahabat. Ujian terbesar dari persahabatan adalah perasaan. Terkadang kau hanya harus jujur pada dirimu sendiri. Sebab tak selamanya cinta berhubungan dengan apa yang kau inginkan, tetapi apa yang kau butuhkan. Karena hanya cinta yang kau butuhkan. -Sahabat Rinjani *** Sejak saat itu, aku telah jatuh cinta padamu. Hebatnya tanpa kata mengenal pun, kau telah menenangkan sakit dengan pelukmu. Yang jelas-jelas saat itu, kau tak mengerti apa-apa atas makna pelukan yang kau berikan. Tanpa aku sadar, kau adalah obat yang selama ini aku butuhkan. -Vanessa Zahira. Hidupku sempat mati akan harapan dan tujuan. Aku pikir semuanya telah berakhir semenjak kepergian wanita yang paling aku cintai. Hatiku sempat mati akibat kepergian wanita itu. Yang paling aku ingat dari mulutnya yaitu, kalau cinta adalah perjuangan. Aku ingin berjuang, tapi aku tidak ingin ada perpisahan akibat penghianatan. -Arya Purna Nugraha. Mungkin benar bahwa sahabat adalah cinta. Yang harus kita lakukan adalah membedakan mana cinta dan mana sahabat. Aku mencintaimu, tapi tidak sebesar cintanya padamu. Aku hanya sahabatmu bukan cintamu. -Aldi Apriansyah. Bagiku sahabat adalah segalanya. Kau adalah salah satu alasanku untuk bahagia. Karena ada bahagiamu jika aku bahagia. Tapi aku tidak ingin melukaimu. Aku tidak ingin kau terus membohongi dirimu sendiri. Teruslah berjuang, Karena kamu adalah sahabat selamanya bagiku. Terima kasih telah membuatku menjadi istimewa. -Keyzia Oktaviani.
All Rights Reserved
#101
cintamonyet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM
  • My Friend Is My Strength
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • ARBIAN [ ON GOING ] √
  • save me
  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
  • Stay or Go
  • You are in my past and my future [END]

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines