We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Magical Kingdom : Noble Families

Magical Kingdom : Noble Families

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Apr 25, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Cerita ini menceritakan seorang anak dari Sang Ratu, yang ke 2 bernama Xathanael Von Atchal yang sangat ingin bertemu dengan keluarga Atchal dan keluarga besar lainnya Dan ia juga bilang kepada Raiji untuk mencarikannya kakak kandungnya yang bernama Viho Von Atchal, karna tidak dapat ditemukan. Maka Xatha pun terpaksa meminta Raiji untuk mencarikan seorang gadis ketika ia berumur 28thn Apakah harapan Xatha untuk bertemu dengan kakaknya Viho akan tercapai?? Ataukah tidak??
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  •  the return of the queen { HIATUS }
  • Transmigrasi Arabela - Descendants [COMPLETE]
  • Be The Devil Prince [END]
  • My Flower King [Completed]
  • REILZ : The Another World
  • The  Replacement Lady (End)
  • Edgar Vaske

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines