Melodi Kelabu

Melodi Kelabu

  • WpView
    Reads 18,757
  • WpVote
    Votes 3,175
  • WpPart
    Parts 74
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 31, 2022
WpInfo
Fanfic
Stray Kids
[SEBAGIAN CHAPTER TELAH DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN!] Tentang dua jiwa kosong, yang dipertemukan untuk saling mengisi. Mereka yang bermain dengan latar waktu dan perasaan, untuk mencari akhir bahagia, agar pada saatnya nanti mereka dapat kembali bertegur sapa. Hidup Joice pada dasarnya biasa saja. Tak ada hal apapun yang membuat masa remajanya istimewa. Namun semua berubah ketika murid baru itu datang ke sekolahnya. Artha Widiatama, datang membawa warna pada hidup Joice yang semula kelabu. Ia datang membawa banyak cerita, rasa, dan asa untuknya. Yang dahulu monokrom dan sunyi, kini menjadi indah bak alunan lagu dan lekuk warna pelangi. Dan saat semua telah membaik, ada satu jiwa yang harus pergi, karena tugasnya di bumi telah usai. ©2022, Javanischer
All Rights Reserved
#34
00
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VIOLAND [TERBIT]
  • Starlight |Na Jaemin|
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Cerita Daun dan Bumi
  • 𝐑yuna ━ Alter Ego
  • SOLITUDES
  • CATUR [END]
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • Rintik Hujan

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines