Indah pada Waktunya

Indah pada Waktunya

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 5, 2019
"kalo lo jadi matahari, gue siap jadi awannya," ucap seorang lelaki. Perempuan dan laki-laki itu kini sedang duduk di taman, dan melihat kearah langit. "Loh? Kenapa emangnya kak?" Tanya perempuan itu. "Matahari sama awan selalu ditakdirkan bersama. Jadi, gue sama lo akan ditakdirkan bersama-sama," Perempuan itu terkagum akan ucapan lelaki itu. "Lo suka hujan?" Tanya lelaki itu. "Suka. Suka banget malahan," jawab perempuan itu. "Setelah hujan ada pelangi, dan pelangi membuat kita menjadi bahagia. Sama kayak lo, lo itu ibarat pelangi yang bisa buat gue bahagia," ucap Lelaki itu. Takdir memang tidak bisa dipaksakan. kadang yang menurut kita akan jadi teman hidup, ternyata malah menjadi musuh. Kadang yang dianggap biasa saja, ternyata menjadi teman hidup.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Giant Baby [COMPLETED]
  • GHAVARI
  • Break The Mold [END]
  • KEPERGIAN SENJA
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • LUKA BIASA GADISKU
  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Asmara OSIS

Satu sekolah gempar saat mengetahui pentolan sekolah ternyata sudah memiliki seorang kekasih, di tambah lagi dengan fakta yang ternyata kekasihnya adalah Sekretaris OSIS, membuat mereka semakin heboh. "Kok lo mau sih sama Keirlan? secara dia kan bertolak belakang banget sama tipe lo," ujar seorang teman sekelasnya pada Kimberly. Kimberly menatap teman sekelasnya bingung, "kata siapa?" tanyanya. "Kata yang lain, tipe lo kan modelan kaya David atau Gabriel gitu. Iya, kan?" Kimberly tertawa kecil. Gadis di depannya ini mana tahu sifat Keirlan di luar dan saat bersamanya sangat bertolak belakang. "Keirlan aslinya nggak seserem itu kok," balas Kimberly. "Ya, dia emang nggak serem kalo sama lo doang. Beda lagi kalo sama kita-kita," sahut salah satu sahabat Kimberly yang sedari tadi hanya menyimak. "Bener, tuh! gue cuma lewat samping dia aja udah merinding, auranya gelap banget gilak!" seru sahabat Kimberly yang lain. "Ih udah, nggak boleh ngomongin orang. Dosa, tau!" sela sahabat Kimberly yang satunya lagi sebelum pergibahan ini berlanjut dan menjalar sampai kemana-mana. Kimberly tersenyum tipis. Andai mereka tahu kalau sifat Keirlan itu sangat manja, pasti ketiga sahabatnya ini tidak akan pernah melihat Keirlan dengan tatapan takut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines