Story cover for A Thousand Days Before by AlfianBudiarto
A Thousand Days Before
  • WpView
    LECTURAS 3,212
  • WpVote
    Votos 322
  • WpPart
    Partes 10
  • WpHistory
    Hora 1h 4m
  • WpView
    LECTURAS 3,212
  • WpVote
    Votos 322
  • WpPart
    Partes 10
  • WpHistory
    Hora 1h 4m
Continúa, Has publicado nov 16, 2018
Belakangan, Andrea kerap mengalami mimpi buruk yang selalu sama. Tidak hanya sekali. Tapi kejadian itu sudah berlangsung sebanyak tiga kali dalam rentang waktu seminggu ini. Awalnya, Rea menganggap apa yang ia alami hanyalah bunga tidur semata. Namun, semakin lama ia merasa semuanya benar-benar nyata. Hingga kemudian Rea ingat benar bahwa kejadian tadi memanglah pernah terjadi di masa lalunya, sekitar tiga tahun lalu. Hal tersebut terjadi semenjak ia bertemu dengan seorang siswa pindahan di kelasnya. Siswa bernama Danear yang merupakan sosok pendiam, tertutup, misterius, dan dingin. 

Di balik kepindahannya itu, ternyata Danear menyimpan rahasia yang juga berkaitan dengan masa lalu Andrea, seribu hari yang lalu. Perlahan namun pasti, rahasia yang bak kepingan puzzle itu pun akan menguak semuanya: rahasia masa lalu mereka!

***
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir A Thousand Days Before a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#467teenlit
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
The Reason We Broke Up cover
Lintang di Langit Kota Asing  cover
JULIA  (Proses Revisi) cover
Eyes Contact [Jefri Nichol] cover
One Love Two Dreams [Jilid I] ✔ cover
Gemini cover
Y(our) Dream cover
Who's Bad? [COMPLETED] (#Wattys2017) cover
Red Emerald Stone cover
HEAVEN'S CLOUD | JEONGCHEOL (END) cover

The Reason We Broke Up

2 partes Concluida Contenido adulto

Cerita ini adalah hasil terjemahan. Bukan hasil karya saya. Novel ini berisi adegan dewasa. Jadi, mohon kebijakannya. *** Impianku adalah kamu, Na HaYeon. Model HaYeon telah lama menjalin hubungan dengan aktor Taewan. Cinta yang dimulai pada usia delapan belas tahun akan berakhir pada usia dua puluh sembilan tahun. "Ayo kita putus sekarang, Taewan. Mari berhenti." "Kenapa kamu ingin putus? Apakah kamu memberitahuku bahwa cinta itu hilang?" "Tidak, cintanya belum hilang." Cinta itu tidak pernah hilang sedetik pun. Sejak dia berjalan dengan latar belakang musim semi, pemandangan itu selalu ada. "Aku masih mencintaimu." "Lalu mengapa?" Taewan berteriak seolah dia tidak mengerti. "Aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk mencintaimu besok." "......" "Itulah alasannya." Aku, orang yang memberitahumu ini adalah akhir meskipun aku bilang itu bukan akhir. Kamu, orang yang mengetahui ini adalah akhir tetapi tidak dapat mengakhirinya. Cinta ini yang hanya memberi kita lebih banyak luka saat kita tetap bersama. Akankah kita bisa melindunginya?