Story cover for Unity in Diversity by Grniexx2
Unity in Diversity
  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Nov 16, 2018
Banyak yang bilang, 

Masa remaja itu adalah masa-masa dimana kita bisa merasakan masa yang paling indah. Karena penuh dengan berbagai pencarian jati diri yang tinggi dan keingintahuan yang tinggi.
Namun, berbeda halnya dengan yang dialami anak-anak yang ada di sekolah ini. 
Masa remaja mereka dipenuhi dengan hal yang berkesan tragis dan penuh tantangan.
Dan ya, 
itu benar. 

"Bukannya cepu, tapi sadar diri lah lu pada, gak malu organisasi sebesar itu tapi ngurusin member yang udah out? urusin noh member dalam yang emang udah niat ngancurin pelan-pelan." 
-Demian 

"Salah kalau frontal? Trus gimana? Mau tupes? Manis di depan busuk di belakang kek antek-antek lu?"
-Keci

"Pokoknya yang buruk-buruknya pasti auto ke gua semua, kagak pernah yang baik-baiknya."
-Ghena & Kaey

"Masih gua pantau, belom aja gua bertindak." 
-Lino & Dam
All Rights Reserved
Sign up to add Unity in Diversity to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 9
ANTARA KITA DAN CERITA  cover
DEVIAN [END] cover
Eliinaa cover
SMA : Stres Manis Aja [END] cover
Jo dan Mita (Buaya Vs Macan PMS)- Na Jaemin|| Sudah Terbit Novel  cover
The First, Not the Last cover
Yang Dicari cover
G in Luv (END) cover
My Friend and My Bestfriend cover

ANTARA KITA DAN CERITA

17 parts Ongoing

Lima sahabat. Satu masa SMA. Tertawa,bertengkar,berlari dalam kenangan dan kehilangan. Ini cerita kita dan bagaimana hal yang kita anggap sederhana, ternyata berarti begitu besar saat berpisah.Ini kisah pertemanan diantara sekelompok remaja yang ingin menikmati indahnya kehidupan, pahitnya kenyataan dan hangatnya kebersamaan. "Kalau masalah pelajaran mungkin gue bakal mundur tapi kalau ada yang sentuh sahabat gue seujung kuku aja! Gue bakal jadi orang pertama yang maju buat mereka sampai akhir" Argani Khanza Nimah "Rumah gue emang hancur tapi berkat persahabatan ini gue bisa merasakan kembali kehangatan rumah yang sempat gue rasakan" Kanaya faustina "Nilai emang nomor satu bagi gue begitu juga sahabat karena mereka support sistem utama gue di saat dunia gue mulai menghitam" Tatianna Ushi Heleina "Umma selalu mengatakan bertemanlah dengan orang-orang baik dan aku akhirnya menemukan mereka yang selalu memberikan aku kenyamanan melindungi ku dari pembuat onar dan selalu mendukung apa yang aku lakukan" Qiana Wafa Yasmin "Disaat orang-orang melihat gue dengan tatapan aneh tapi mereka selalu mengembalikan kepercayaan diri gue yang selalu hampir menghilang dari dalam diri gue, mereka yang selalu percaya dengan kemampuan gue, mereka yang gak pernah merasa risih dengan kehadiran gue walau gender kami berbeda" Kivandra Liam Mahadhi