SYAHDAN

SYAHDAN

  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 20, 2018
Ku titipkan rindu pada angin malam yang sendu, untukmu yang jauh disana.. Ku tutup buku diary berwarna biru tosca pemberian almarhumah ibuku. Rasa pilu bercampur sesal setelah kejadian 2 minggu lalu masih berbekas hingga saat ini. Perlahan air mataku turun. Mengalir membasahi pipiku. Sampai kapan pun aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri. Karna sifatku yang egois, sekarang aku kehilangan orang yang sangat berharga dalam hidupku. Andai kalian tahu, hari itu adalah hari terburuku. Secara langsung aku melihat ibuku berlumuran darah. Dan semua itu disebabkan karena Ia ingin menyelamatkanku dari sambaran Truk ganas itu. Dan andai kalian tahu, kini aku terkena fitnah dari keluargaku sendiri. Mereka membenciku, dan sepertinya mereka sudah tidak menganggapku lagi. Sungguh ini ujian terberat dalam hidupku. Hingga akhirnya dia datang. Menyalakan kembali api semangat hidupku. Membuatku lebih bisa untuk bersabar. Dan membuatku lebih mengenal Rabb ku. (Dear Syahdan) -Alisha putri Abrar
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Journey with You
  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Dia dan Doa
  • Assalamualaikum Cinta
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Optimus Pater [Completed]
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Langkah (By Auzizahirah)

Peringatan ⚠️ Cerita ini murni hasil penikiran Author, apabila terdapat kesamaan tokoh, latar, waktu, dll merupakan unsur ketidak sengajaan. Jadi mohon bijak dalam berkomentar, terimakasih. 🙏🏻 ________________________ BLURB Bagaimana perasaan kalian jika kehidupan tenang yang selama ini dijalani tiba-tiba berubah bak roller-coaster. Berawal dari sebuah amanah yang melahirkan sebuah tanggung jawab besar. Hingga bangkitnya kenangan dari tujuh tahun lalu yang memutar balikkan keadaan hanya dalam waktu singkat. "Maaf, Pak. Saya terlambat menyerahkan laporan tugas." "Tidak masalah, ... letakkan saja semua tugasnya di atas meja." "Ba_baik, Pak." (Aneh, kenapa perasaan familiar itu muncul lagi.) "Ada pertanyaan?" "Tidak, Pak." "Kalau begitu silakan kembali dulu, karena Saya masih memiliki beberapa tugas yang masih belum selesai." Dingin tapi perhatian, tegas namun tidak kejam, itulah sedikit pemahaman Asya sejak pertama kali menjadi asisten dosen dari pria muda di depannya. Bahkan ketegasan yang menakutkan di mata para mahasiswa tersebut entah mengapa justru terasa sangat familiar baginya. Tersadar dari lamunan absurdnya, Asya segera mengenyahkan segala pemikiran aneh di dalam benaknya. Namun, tanpa di sadari sebuah arus samar yang akan mengubah takdir keduanya perlahan mulai bergerak. Bagaimana kelanjutan kisah keduanya? Akankah kisah Asya berakhir indah bersama dosen mudanya atau justru kedatangan pemuda tersebut justru akan membangkitkan kenangan pahit dari masa lalunya. Penasaran dengan kelanjutan kisah keduanya, Kuy cari jawaban di setiap Chapternya. Salam jauh dari Mima, See you...🫂🥰 ________________________ ⊰ Jangan lupa vote, coment, follow dan tambahkan ke daftar pustaka untuk update

More details
WpActionLinkContent Guidelines