Terjebak Dalam Pilihan

Terjebak Dalam Pilihan

  • WpView
    Membaca 518
  • WpVote
    Vote 40
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 13, 2018
Sebuah kisah seorang perempuan yang harus hancur sebab tak mampu menentukan pilihannya, dan orang itu adalah AKU :) *** Yang aku tulis ini adalah lirihan hati. Sebuah kisah yang sesungguhnya tidak diharapkan semua orang. Yaaa, hidup memang pilihan. Tapi bagaimana jika kau diharuskan memilih antara Mati atau Mati? :) Apapun pilihannya, mati adalah jawabannya! Hidup memang terlalu pahit untuk dirasa, maka dari itu telan! Jangan terlalu lama mengulur waktu untuk mengunyah *** Petiklah makna dari cerita yang kau baca ini, jangan sampai tubuhmu hangus tak tersisa hanya karena meremehkan sebuah api kecil yang menyala *** Kata-kata ku tak perlu kau cerna, cukup baca saja. Di akhir cerita kau akan paham apa makna dari setiap kata yang aku tulis. Kiasan kata mungkin akan kau temui disetiap kalimatku, yaaa mungkin karena aku seorang yang puitis sehingga tak jarang rangkaian kata aku selipkan diantara kalimat-kalimat dalam cetitaku. - Selamat Membaca, hehe -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
massma
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aku Sampai di Titik Ini
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Untuk, Abadi | Completed ✔
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Memories of 31 december
  • Hurt Me More [COMPLETED]
  • THE UNYIELDING  [END]
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)

"Apa benar kamu menyukaiku Elva?" Mendengar pertanyaan Ayden, mata Elva terbelalak. Dia sangat terkejut. Dia mematung, mati kutu di tempatnya. "Lihat aku Elva dan jawab dengan jujur.." Ayden meminta pada gadis yang diam dan menunduk tersebut. "Elva.." Panggil Ayden lembut, gadis itu masih saja terdiam. Setelah sekian lama, Elva pun berbicara. "Kak, Elva minta maaf ya. Tapi apa kakak ingat ketika Elva menawarkan makanan siang itu, sebelumnya aku membuatnya sendiri dengan niat memang untuk diberikan pada kak Ayden. Elva gak tau bagaimana, tapi aku sadar bahwa perasaan itu menguasai diri Elva. Sekarang, Elva berani mengakui kalau Elva menyukai kak Ayden karena sikap baik yang kak Ayden punya." Elva berbicara sambil menunduk. "Apa kamu tidak berani menatapku Elva?" Ayden memandang Elva yang masih menunduk. Elva menggeleng. Ayden menghela nafas berat. "Elva.., aku menghargai kejujuranmu dan terimakasih karena telah menyukaiku. Berat hati aku mengatakan ini, tetapi aku harus memperjelas semuanya. Ayden yang kamu kenal ini bukanlah seperti lelaki yang pantas diharapkan Elva. Jangan membuang waktumu untuk menyukaiku. Sebab apa? Aku ini memiliki setumpuk beban dalam diriku, jangankan membahagiakan wanita lain yang datang ke dalam hidupku, menyelesaikan masalahku sendiri aku belum mampu. Diriku sampai di titik ini masih seorang lelaki yang terjebak dalam masalah dan dihantui oleh mimpi buruk masa lalu. Pernah sekali aku mencari cinta yang lain tapi ujungnya aku kembali terjatuh pada lubang yang lebih dalam. Dan sekarang, aku tidak ingin membuatmu masuk ke dalam lubang ini." Elva menangis? Tentu saja. Lantas bagaimana setelah kejadian ini?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan