We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
His Obsession

His Obsession

  • WpView
    Reads 3,535
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kania Andarkanissa, salah satu sahabat Dina yang hanya dapat bekerja diclub untuk kebutuhan sehari-harinya. Tak ada yang banyak diharapkan dari ijasah junior high school atau SMP di kota ini, berkali-kali melamar kerja di tempat yang layak namun hanya penolakan yang dia dapatkan. Selama bekerja di club, godaan, hinaan dan tindakan tidak senonoh selalu dia dapatkannya dari pelanggan club ini. Banyak hal tak senonoh yang dia dapatkan disini sampai seorang pria pemilik mata abu-abu itu datang dengan sejuta obsesinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Hearts Collide
  • Fix You (Sudah Tamat)
  • Unfinished Business [Completed]
  • Marry My Bestie
  • Pregnant With My Friend (TAMAT)
  • Love Bombing
  • Love Letters [END]
  • Setelah Menikah
  • Like A Star (Complete)

Sebagai salah satu staf paling teliti dan andal di Luminous Jewelry, anak perusahaan terkemuka dari The Gold Diamond Group. Kanina selalu menjalankan tugasnya tanpa cela. Kariernya stabil, hidupnya tenang, dan yang terpenting: dia jauh dari segala bentuk drama romansa kantor yang memusingkan. At least, that's what she thought. Semua berubah ketika ia melenggang memasuki ruangan tertinggi di kantor, ruangan milik Arzeno Kaivandra Yudistira. Sang Presiden Direktur. CEO muda penuh kharisma, tampan, dan... notoriously single. Sosok yang selalu menjadi perbincangan hangat di setiap sudut kantor, dan diam-diam, sumber kekacauan emosional bagi banyak wanita di Luminous. Tapi hari itu, Zeno-begitu semua orang memanggilnya-tidak memanggil Kanina untuk urusan pekerjaan. Kalimat yang keluar dari mulut pria itu sukses menghentikan denyut waktu. "Besok malam saya akan datang ke rumah kamu... untuk melamar." It was not a question. It was a declaration. Dan seketika, hidup Kanina yang tenang berubah menjadi medan tabrakan dua hati, penuh rahasia masa lalu, konflik internal, dan perasaan-perasaan yang terlalu sulit untuk diabaikan. Sebab cinta kadang datang... bukan dengan pertanyaan. Tapi dengan keputusan.*

More details
WpActionLinkContent Guidelines