See You Later (END)

See You Later (END)

  • WpView
    Membaca 15,874
  • WpVote
    Vote 1,689
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadLengkap Min, Feb 26, 2023
WpInfo
Fiksi Penggemar
Blackpink
Jatuh cinta, Tak kenal tempat, tak kenal waktu dan tak kenal suasana. Dalam keheningan kereta menuju Busan. Ditengah pelarianku dari orangtuaku karna rencana perjodohan bodoh itu. Aku bercerita dengan laki-laki asing yang tak mau ku ketahui namanya. Melampiaskan seluruh keluh kesahku. Ceritaku habis, mulutku mengatup dan menolehkan wajahku ke arah lain. Ia menatapku, seraya berkata mengungkapkan beberapa kalimat sederhana yang langsung melekat diotakku, Tiada suasana romantis Namun.., Anehnya, Aku jatuh cinta padanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#258
lalisamanoban
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • at: 12am
  • SUAMIKU BACK TO NORMAL [Completed]
  • BYUN PROBLEM [BBH] ✔
  • RESONATE (PCY)
  • ONE MAN✔
  • friend〽I Park Chanyeol✔ {Tdk dilanjutkan}
  • Childhood Friends Turned Lovers
  • Khayalanku (Celine Oyence)
  • Love Story
  • Love is Cinta||OngDoyeon||
at: 12am

Dia menolak ku. Satu-satunya pria yang pernah menolakku, satu-satunya pria yang berani mendorongku menjauh.. satu-satunya pria yang sangat ku inginkan. Aku akan memilikinya. Sekeras apapun dia mendorong pinggangku untuk memisahkan ciuman ini, sekeras itu pula aku memeluk tengkuknya dan memperdalam ciuman ini. Rasa frustasi telah membutakanku, membuatku nyaris tidak waras dengan rasa cemburu yang memenuhi seluruh tubuh. Mulutnya mengetat, berusaha menolak saat tanganku merambat mengusap bahu dan dadanya yang masih terbungkus kemeja. Mengerang, setelah sebuah kecupan akhir, aku menurunkan ciumanku menuju telinganya. Menghembuskan nafas pelan dan berbisik. "Ada apa? Bukankah kita sudah pernah melakukan ini?" Di pangkuannya, aku menggigit telinganya pelan, sedikit melengguh sebelum kembali menurunkan ciumanku kembali menuju lehernya yang selalu berhasil membuat imajinasiku menggila. Tangannya meremas pinggangku semakin keras, "Lepaskan aku." Dia menggeram, membuatku justru menyeringai dengan sangat senang. "Bagaimana bisa kau menolak keinginan istrimu hum?" Aku berbisik, mengangkat wajahku menatapnya. Bahunya melemah, wajahnya terkejut, diantara alkohol yang mengambil alih kesadarannya aku bisa merasakan sisa kemarahan yang selalu dia tunjukan padaku kembali membara. "Jangan merepotkan dirimu sendiri sayang, kau tau itu akan sia-sia." Aku mengerakan salah satu jariku mengusap wajahnya. Pencahayaan minim dari lampu kamar hotel membuat wajahnya yang selalu menjadi kesukaanku itu semakin terlihat menakjubkan. Dia menatapku marah, rahangnya bergemeretak. "Wanita licik." Aku tertawa, "Memang," Kembali mendekati wajahnya dan menatap bibir tipis menggairahkan miliknya dengan atensi penuh. Tanpa sadar menggigit bibirku sendiri, gemas. "Jika untuk mendapatkanmu, tidak akan ada wanita yang tidak bersikap licik." Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku. Hanya padaku. Sean Aldarict

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan