Estelle
  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 25, 2018
Estelle Aranda. Sebab adanya kecacatan di masa lalu, kehidupan Telle tidak bisa berjalan dengan seharusnya. Semuanya menjadi timpang karena kecacatan itu. Ia masih tak mampu bercerita, bahkan untuk sekadar memaafkan dirinya sendiri. Banyak dikelilingi oleh teman-teman yang baik, tak lantas membuat kecacatannya pulih. Rasa percaya yang susah diberikan olehnya membuat Telle hanya sanggup mengecap teman-temannya sebagai 'teman dekat', bukan 'sahabat'. Entah kebaikan macam apa lagi yang ia cari hingga mampu mengubah gelar teman dekat menjadi sahabat. Untuk sekarang, dia masih memilih menutup diri dan memulihkan semuanya seorang diri. Ketika peran sahabat yang selama ini ia cari sudah ditemukan, Estelle masih maju-mundur untuk memercayainya. Terlebih lagi dia yang muncul adalah sosok laki-laki, makhluk yang selama ini dia pandang dengan skeptis.
All Rights Reserved
#175
brokenfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Rahasia Rasa (COMPLETE)
  • MALA
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • Bukti [COMPLETED]
  • Behind Bullying [END]
  • Suaraku Mati di Udara
  • Something Between Us
  • REGRET
  • NEMORESIA

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines